Belum ke Metaverse dan Hanya Flexing Afiliator Banyak yang Terkecoh, Penipu Canggih atau Masyarakat Tak Lagi Kritis?

Masa depan dunia akan dihadapkan pada dunia metaverse yaitu platform berbasis Virtual Reality (VR), Augmenteed Reality serta Artificial Intelligence (AI). Teknology Canggih ini akan menyuguhkan interaksi virtual yang nyaris nyata seperti urban lifestyle dalam kehidupan sebenarnya, Adakah ancaman di metaverse? Sangat mungkin orang melakukan kejahatan di dunia metaverse Karen konsepnya yang Universal dengan skema cross platform ini cukup rawan diserang oleh para Crecker dan hecker terutama yang berkaitan dengan financial, mata uang kripto dan metaverse adalah aset digital yang rawan pencurian, pada tahun 2021 Badan Siber dan Sandi Negara mencatat 1,6 miliar serangan siber yang dideteksi melalui NSOC (National Security Operation Centre) begitu massifnya serangan-serangan tersebut, belum kejahatan-kejahatan lain seperti diss dan miss informasi, perundungan siber, dan perpecahan, soal kejahatan siber lintas negara, pencurian data pribadi, dan pelecehan seksual secara virtual yang akan menjadi semakin rumit dan sulit dipecahkan.

Dalam sebulan terahir, semua media dihebohkan dengan penangkapan Afiliator beken bergelar Crazy Rich yakni Indra kenz dan Dony Salmanan, keduanya adalah Influencer tenar yang sengaja memamerkan kekayaan demi menarik para korban. meniru Cerita sukses adalah naluri setiap manusia namun jika dilakukan dengan tergesa-gesa tanpa analisa tidak konsultasi kepada ahlinya maka terjebaklah orang-orang tersebut ke dalam permainan para afiliator, Sesungguhnya afiliator sendiri bukanlah pekerjaan haram dan itu lazim dilakukan oleh para influencer dan publisher, masalah utamanya adalah saat mereka tidak jujur tentang apa yang mereka promosikan dengan bahasa trading namun dugaan sementara adalah judi yang mungkin di dalam aplikasi tersebut metadata bisa dimainkan dengan sesuka hati server sehingga bisa merugikan membernya, pola seperti ini tidak akan cepat terasa oleh pelanggan karna member sudah tercuci otak dan masuk dalam permainan yang membuat penasaran sampai top up uang berkali-kali.

Langkah antisipasi yang penting dilakukan adalah peraturan pemerintah yang ketat dengan membuat payung hukum yang mengatur tentang batasan dan atau kebolehan para pengguna di mata uang kripto dan metaverse. Hal ini sangat penting segera di rumuskan mengingat minimnya masyarakat 62 dalam literasi, mudah tergiur dan ahirnya terjebak dalam penipuan. Bukan sekali atau dua kali hal ini terjadi tetapi berkali-kali sebut saja yang terbaru penipuan Binary Option, Robot Trading, binomo yang kedoknya trading padahal isinya perjudian atau permaianan yang menjebak member sampai rugi puluhan atau ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Hal lain yang seharusnya dilakukan guna menghindari penipuan-penipuan tersebut? Menurut pengamat perbankan, keuangan, dan investasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin, tidak ada bisnis yang mampu memberikan keuntungan secara instan berlipat-lipat. Karenanya masyarakat harus lebih waspada terhadap berbagai tawaran bisnis investasi yang menawarkan profit yang menggiurkan dalam waktu singkat. Eddy menjelaskan bahwa masyarakat perlu memperhatikan dua hal saat berinvestasi yaitu soal legal dan logis atau 2L. Saat berinvestasi Anda perlu melihat perusahaan atau aplikasi investasi sudah legal atau tidak. “Lalu logis. Kita bisa menilai tingkat kewajaran. Jika menawarkan keuntungan hingga 200 persen per bulan misalnya tentu itu tidak logis,” ucapnya seperti dikutip dari situs UGM (Tribunnews.com).

Tidak mudah memang untuk menghindari hal-hal tersebut, Karen derasnya informasi dan penetrasi Iklan diberbagai platform digital masih menjamur, acapkali kita saksikan iklan bebas di youtube atau media sosial bahkan setelah doni salaman dan Indra kenz sudah ditangkap, harapanya kedepan netizen Indonesia harus lebih kritis dan selektif dalam menyerap dan menyimpulkan informasi sebab Metaverse akan segera nyata didepan kita.

Oleh: Zainuddin Assyarifie

Praktisi Media Sosial
Pengurus Yayasan Kedai Ide Pancasila dan
Ketua Lembaga Ta’lif Wasyr Jawa Barat