Geram, Bupati Pamekasan Lawan Baliho Rizieq

Pamekasan – Beberapa minggu ini di wilayah Madura, termasuk Pamekasan bertebaran beberapa baleho yang isinya mendukung pengusutan meninggalnya 6 laskar FPI di KM 50 yang terjadi pada Desember 2020 lalu.

Foto imam besar mereka, Rizieq Shihab juga disertakan di baliho itu. Meskipun mendapatkan beberapa kecaman agar segera diturunkan dari ulama dan masyarakat, FPI Pamekasan tetap saja memasang baliho-balihonya.

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam merasa geram karena masih saja ada orang FPI yang memasang baliho di tempatnya.

“Kiyai dan ulama di Pamekasan ini banyak, bukan hanya FPI, lebih banyak yang tidak dukung FPI daripada yang pro FPI, tapi selama ini mereka selalu berbuat semaunya sendiri,” ujar Badrut, 25 Februari 2022.

Menurutnya, FPI Pamekasan selama ini terus membikin ulah di Pamekasan, mulai dari seringnya menggelar pengajian yang tidak sesuai prokes, penutupan Kota Cinema Mall Pamekasan (KCM), pembakaran Wisata Bukit Bintang hingga aksi persekusi rumah Menkopolhukam Mahfud MD.

Sebagaimana diketahui bahwa di wilayah Pamekasan dari bulan Januari lalu telah terjadi pemasangan baliho gambar Habib Rizieq dan 6 Laskar FPI yang meninggal di KM 50. Hal tersebut diikuti oleh beberapa daerah diantaranya Bogor, Banten, Sampang, Bekasi.

FPI menilai pemasangan baliho adalah upaya perjuangan mereka, mengingatkan pemerintah, Polri dan masyarakat untuk tidak melupakan peristiwa di KM 50 yang menyebabkan 6 Laskar FPI meninggal. Maraknya kriminalisasi ulama dan rencana pemerintah yang akan memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur juga menjadi alasan mereka untuk melakukan pemasangan baliho.