Gelar Baksos, PTPI Bagikan Ratusan Paket Sembako Untuk Penambang di Desa Pasir Ipis Sukabumi

Sukabumi – Ketua Perhimpunan Teknik Pertambangan Indonesia (PTPI) melakukan kegiatan bakti sosial berupa pembagian ratusan paket sembako bagi para penambang di Desa Pasir Ipis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi

Ketua Perhimpunan Teknik Pertambangan Indonesia (PTPI) Yudi Suherlan mengatakan pihaknya telah melakukan bakti sosial berupa pembagian sembako terhadap masyarakat penambang di Ds. Pasir Ipis Kec. Surade Kab. Sukabumi Prov. Jawa Barat.

Warga Pasir Ipis juga menyambut baik terkait kegiatan bakti sosial dan begitu bangga atas kedatangan PTPI yang didampingi oleh APRI memberikan bantuan kepada masyarakat penambang berupa paket sembako.

Selain Yudi Suherlan, turut hadir juga Kepala Desa Pasir Ipis Sdr. H. Dili Daili, perwakilan APRI Gatot, Babinsa dan Kasitantribum kec Surade.

Dikatakan Yudi, sebagai perwakilan PTPI dalam kunjungannya tersebut menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap ikut serta dalam pencegahan Covid-19 ini. Dan ikut prihatin atas musibah covid yang sama-sama merasakan di seluruh dunia, mencegah yang terpenting jangan lupa memakai masker, sering cuci tangan dan tetap berjaga jarak.

“Kami juga berterimaksih kepada seluruh tokoh masyarakat untuk dukungan nya dan seluruh warga untuk mengambil bantuan ini,” sambutnya.

Yudi melanjutkan bahwa dengan adanya Covid 19 varian Omicron ini harus saling membantu dan mensupport satu sama lain.

“Kami berkunjung kesini bersama PTPI, APRI dan rekan lainnya untuk memberikan bingkisan berupa sembako kepada warga masyarakat penambang hanya sebagai bentuk empati dan ini salah satu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terkena dampak covid-19,” jelasnya.

Namun, kata dia, daerah tetap akan mendapatkan manfaat, bahkan diharapkan lebih besar, dari pengelolaan Minerba pasca penerbitan UU No. 3/2020. Peran pemerintah daerah akan diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah (PP) yang segera akan disusun.

Selain itu, pihaknya akan terus memantau perkembangan tentang pengajuan Wilayah Pertambangan Rakyat dimana kewenangannya didelegasikan ke Pemerintah Provinsi yang kemudian akan dilakukan kajian lebih lanjut oleh Pemerintah Pusat.

“Saya akan mendukung sikap Pemerintah apabila Undang-undang tersebut mempunyai manfaat besar terutama pertambangan rakyat yang sampai saat ini terpinggirkan,” ucapnya.

Dirinya berharap dengan UU Minerba baru dapat mendorong pengembangan peningkatan nilai tambah (PNT) mineral dan batubara terutama apabila Pemerintah segera menerbitkan PP tentang Wilayah Pertambangan Rakyat sehingga PTPI dapat merangkul masyarakat penambang terkait dengan tehnik menambang yang ramah lingkungan.

“Karena definisi dari PNT mineral dan batubara diatur secara terpisah didalam UU yang baru ini yang berbeda dengan pengaturan di UU sebelumnya,” ujarnya lagi.

Selain itu, sambung dia, UU Minerba baru juga memperkenalkan definsi pengelolaan dan pemanfaatan batubara. Dalam pelaksanaan PNT mineral, UU amandemen UU No. 3/2020 tersebut juga memperhatikan faktor kelayakan ekonomi (economic feasibility) dan juga akses pasar (forward linkage), hal mana yang sebelumnya tidak diatur di UU NO. 03/2020. Namun, aturan lebih detail di dalam PP yang perlu lebih dicermati agar kegiatan PNT mineral dapat dilaksanakan dengan baik.

Sementara itu, H Dili Daili menjelaskan paket berisi sembako ini sangat berarti bagi masyarakat terlebih lagi dengan menggantungkan hidup dari tambang dan akses keperkotaan lumayan jauh. Bantuan dari Mabes sudah sering dilaksanakan khususnya daerah Pasir Ipis.

“Kami sangat berterimakasih kepada pihak yang terkait atas terlaksananya baksos ini, semoga menjadi manfaat untuk seluruh warga yang berada dikawasan pertambangan ini. Dan semoga covid cepat menghilang agar masyarakat bisa kembali hidup normal,” pungkas H Dili.