Rilis Survei Populi Center, Gambaran Peta Politik Menuju Pilgub 2024 dan Evaluasi Kinerja Pemprov DKI

JAKARTA – Populi Center, lembaga penelitian kebijakan dan opini publik yang bersifat non-profit, menyelenggarakan survei di Provinsi DKI Jakarta mulai tanggal 26 Januari hingga 1 Februari 2022
dengan sampel responden tersebar secara proporsional di 60 kelurahan di Provinsi DKI Jakarta.

Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang dinamika pembangunan, kinerja pemerintah provinsi, penanganan COVID-19, serta dinamika politik di Provinsi DKI Jakarta. Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 600 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error (MoE) ± 4,00 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Proses wawancara tatap muka dilakukan dengan menggunakan aplikasi survei Populi Center serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Survei dilakukan dengan menggunakan pendanaan internal.

Terdapat beberapa temuan menarik dari survei kali ini. Pertama, terkait dengan penilaian umum pembangunan dan kinerja Pemprov DKI Jakarta, masyarakat yang memberikan penilaian positif/ada kemajuan pada pembangunan provinsi DKI dalam 12 bulan terakhir jumlahnya sebesar 77,2 persen. Sejalan dengan itu, mayoritas masyarakat DKI Jakarta yang menyatakan kepuasannya terhadap kinerja pemerintahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga cukup besar, yaitu 73,3 persen. Sementara untuk tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta juga relatif tinggi, dengan rerata tingkat kepuasan pada angka 7,61 dari skala 1-10 dan akumulasi skor 6-10 (positif/puas) sebesar 86 persen.

Kedua, pada pertanyaan terbuka, masyarakat mengakui pengendalian banjir, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, dan perbaikan trotoar, merupakan prestasi paling berkesan dari pemerintahan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria.

Ketiga, masyarakat menilai terdapat beberapa masalah ekonomi yang perlu segera mendapatkan penanganan, antara lain pengendalian harga bahan pokok (42 persen), penyediaan lapangan pekerjaan (21,2 persen), penanganan ketimpangan ekonomi (12,7 persen), dan pengentasan
kemiskinan (11,7 persen). Khusus mengenai ketimpangan ekonomi, sebesar 74,3 persen masyarakat menilai ada ketimpangan ekonomi (sangat timpang 31,5 persen, timpang 42,8 persen) antara golongan kaya dan miskin di DKI Jakarta.

Keempat, pada penilaian terkait program Pemprov DKI Jakarta, penerangan jalan mendapat tingkat kepuasan paling tinggi. Sementara itu, pada pertanyaan pelaksanaan program penanganan banjir oleh Pemprov DKI Jakarta sebesar 66,3 persen masyarakat menilai program pengerukan sungai sudah terlaksana dengan baik. Secara umum masyarakat Jakarta yang mengaku puas terhadap pelaksanaan kebijakan penanggulangan banjir melalui penataan sungai ialah sebesar 74,9 persen.

Kelima, masyarakat Jakarta menilai positif/baik atas penanganan COVID-19 yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, sebesar 90,3 persen.

Keenam, pada isu terkait Formula E, ketika responden ditanya seberapa yakin bahwa penyelenggaraan Formula E dapat menggerakan perekonomian masyarakat DKI Jakarta pasca COVID- 19, sebesar 50,1 persen (sangat yakin 6,8 persen, yakin 43,3 persen) menjawab yakin. Pada pertanyaan selanjutnya apakah masyarakat menilai terdapat unsur korupsi dalam penyelenggaraan Formula E, sebesar 32 persen masyarakat menilai ada unsur korupsi dalam kasus Formula E. Ketika ditanya apakah percaya atau tidak percaya bahwa Gubernur Anies Baswedan terlibat dalam kasus Formula E, sebesar 59,8 persen (tidak percaya 54,8 persen, sangat tidak percaya 5 persen) menjawab tidak percaya Anies Baswedan terlibat.

Ketujuh, pada pertanyaan terkait popularitas dan tingkat kesukaan, hasil survei menunjukkan bahwa Anies Baswedan merupakan sosok paling populer di DKI Jakarta. Dari 15 tokoh yang ditanyakan popularitasnya, responden paling banyak mengenal Anies Baswedan (99 persen), disusul Prabowo Subianto (98,2 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (96,2 persen), Basuki Tjahaja Purnama (95,8 persen), dan Rizieq Shihab (91 persen). Adapun tokoh lainnya mendapatkan persentase di bawah 90 persen. Ketika masyarakat diminta untuk memberikan penilaian terhadap 15 tokoh yang dikenalnya, Anies Baswedan juga menjadi tokoh yang paling banyak disukai dengan 87,3 persen. Disusul setelahnya oleh Sandiaga Salahuddin Uno (86,2 persen), Najwa Shihab (79,8 persen), Prabowo Subianto (78,5 persen), dan Ridwan Kamil (74,2 persen). Adapun tokoh lainnya mendapatkan persentase di bawah 70 persen.

Kedelapan, dalam pertanyaan terbuka, ketika masyarakat ditanya siapa tokoh yang akan dipilih apabila pemilihan Gubernur DKI Jakarta diadakan hari ini, sebesar 47,5 persen menjawab Anies Baswedan. Diikuti dengan Basuki Tjahaja Purnama (8,5 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (5,3 persen), Tri Rismaharini (3,5 persen), Ahmad Riza Patria (3 persen). Adapun tokoh lainnya mendapatkan persentase di bawah 3 persen. Kesembilan, pada pertanyaan tertutup terkait dukungan terhadap 22 tokoh untuk menjadi Gubernur .DKI Jakarta mendatang, ketika nama masing-masing tokoh ditanyakan satu per satu kepada responden, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi tokoh yang paling banyak mendapatkan dukungan sebagai Gubernur dengan 77,5 persen. Diikuti Anies Baswedan (77,3 persen), dan Ridwan Kamil (65,7 persen). Adapun nama lain mendapatkan dukungan di bawah 60 persen.

Pada pertanyaan tertutup lainnya terkait elektabilitas 10 tokoh tanpa sosok Sandiaga Salahuddin Uno didalamnya, Anies Baswedan menjadi tokoh yang paling diharapkan untuk menjadi Gubernur DKI Tahun 2024 dengan 50,3 persen, disusul Tri Rismaharini (20,2 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (11,7 persen). Adapun nama lain mendapatkan dukungan di bawah 4 persen.

Kesepuluh, pada pertanyaan tertutup simulasi elektabilitas 7 tokoh tanpa sosok Anies Baswedan didalamnya, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi tokoh yang paling diharapkan untuk menjadi Gubernur .DKI Tahun 2024 dengan 44 persen. Selain simulasi 7 tokoh, terdapat pula empat buah simulasi 3 tokoh terkait gubernur mendatang.
– Pada simulasi pertama, sebesar 55,7 persen memilih Sandiaga Salahuddin Uno, disusul Gibran Rakabuming Raka (22 persen), dan Ahmad Sahroni (11 persen). Sisa angka masuk kategori tidak tahu/tidak jawab.
– Pada simulasi kedua, sebesar 55,7 persen memilih Ridwan Kamil, disusul Gibran Rakabuming Raka (14,8 persen), dan Ahmad Sahroni (13,7 persen). Sisa angka masuk kategori tidak tahu/tidak jawab.
– Pada simulasi ketiga, sebesar 51,8 persen memilih Ridwan Kamil, disusul Gibran Rakabuming Raka (19,3 persen), dan Ahmad Riza Patria (13,5 persen). Sisa angka masuk kategori tidak tahu/tidak jawab.
– Pada simulasi keempat, sebesar 50,5 persen memilih Ridwan Kamil, disusul Gibran Rakabuming Raka (17,7 persen), dan Erick Thohir (14,2 persen). Sisa angka masuk kategori tidak tahu/tidak jawab.

Kesebelas, dalam pertanyaan terbuka mengenai pemilihan presiden, masyarakat DKI Jakarta paling banyak memilih Anies Baswedan apabila pemilihan presiden diadakan hari ini dengan 29 persen, disusul disusul Joko Widodo (20,3 persen), Prabowo Subianto (11,7 persen), dan Ganjar Pranowo (5,8 persen). Adapun tokoh lainnya mendapatkan persentase di bawah 3 persen.

Kedua belas, pada pertanyaan tertutup terkait elektabilitas 10 tokoh yang dipilih menjadi presiden mendatang, sebesar 34,8 persen masyarakat DKI Jakarta menjawab Anies Baswedan, disusul Ganjar Pranowo (18,2 persen), Prabowo Subianto (14 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (6,7 persen), dan Ridwan Kamil (6,2 persen). Adapun tokoh lainnya mendapatkan persentase di bawah 5 persen.

Pada pertanyaan simulasi elektabilitas 3 tokoh yang dipilih menjadi presiden mendatang, sebesar 45,5 persen masyarakat DKI Jakarta menjawab Anies Baswedan, disusul Ganjar Pranowo (27,5 persen), dan Prabowo Subianto (20,8 persen).

Sementara pada pertanyaan simulasi elektabilitas 2 tokoh yang dipilih menjadi presiden mendatang, Anies Baswedan juga menjadi tokoh yang paling banyak dipilih sebagai presiden oleh masyarakat DKI Jakarta dengan 59,8 persen, disusul oleh Ganjar Pranowo dengan 33,3 persen.

Secara umum, survei kali ini menunjukkan Anies Baswedan menjadi tokoh paling unggul dan berpeluang untuk menjadi kandidat Gubernur DKI Jakarta periode mendatang. Sosok Anies Baswedan menjadi tokoh paling populer, paling disukai, dan paling banyak dipilih dalam pertanyaan elektabilitas meninggalkan tokoh lain yang berpotensi menjadi pesaingnya. Namun, ketika nama Anies Baswedan dihilangkan, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi sosok yang paling unggul. Di luar sosok Sandiaga Salahuddin Uno, sosok potensial lainnya untuk menggantikan Anies Baswedan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta, meski belum terlalu terlihat, terdapat sosok seperti Ridwan Kamil, Gibran Rakabuming Raka, dan Tri Rismaharini. Terdapat pula nama Najwa Shihab yang cukup populer dan disukai masyarakat DKI Jakarta. Anies Baswedan juga menjadi sosok yang paling unggul dan paling berpeluang dipilih oleh masyarakat DKI Jakarta sebagai kandidat Presiden periode mendatang, baik pada pertanyaan terbuka maupun tertutup terkait elektabilitas tokoh. Hasil survei kali ini juga menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang cukup tinggi terhadap kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. Tingkat kepuasan yang sama juga terlihat pada kinerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya dalam menanggulangi banjir dan pandemi COVID-19. Tingkat kepuasan dan penilaian positif besar kemungkinan berkontribusi dalam melambungkan elektabilitas Anies Baswedan, baik untuk pemilihan Gubernur DKI maupun pemilihan Presiden, dibandingkan tokoh lainnya. Meski demikian, Gubernur Anies Baswedan masih mempunyai pekerjaan rumah untuk diselesaikan, antara lain pengendalian harga bahan pokok, penyediaan lapangan pekerjaan, dan persoalan ketimpangan ekonomi di Jakarta.