Soal Konflik Kariu-Ori, MUI Maluku Minta Masyarakat Menahan Diri, Tak Terprovokasi Isu Menyesatkan

MALUKU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku menghimbau kepada seluruh rakyat Maluku, khususnya terlebih lagi masyarakat muslim di Maluku maupun di seluruh Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu menyesatkan terkait Kariu dan Ori.

“Kami luruskan bahwa konflik yang terjadi antara Kariu dan Ori bukanlah merupakan konflik agama. Sekali lagi, konflik yang terjadi di Desa Kariu, Ori, dan Kelau Kecamatan Haruku Kabupaten Maluku Tengah bukan konflik agama,” tegas Sekretaris Umum MUI Maluku Abdul Manan Latuconsina, hari ini.

Menurutnya, sesungguhnya konflik yang terjadi itu dipicu oleh kesalahpahaman batas wilayah desa masing-masing. Oleh karena itu, kata dia, pada kesempatan ini pihaknya kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, Maluku, dimana saja berada untuk menahan diri, tidak terprovokasi, tidak terpengaruh terhadap pihak-pihak tertentu yang mungkin saja ingin agar Maluku tercederai kedamaian dan keamanan yang sudah terbangun di Maluku.

“Jangan sampai kembali lagi seperti kerusuhan tahun 1999. Tahan diri, jangan terprovokasi dengan pihak yang ingin menciderai kedamaian dan keamanan di Maluku,” sebutnya.

Dikatakannya, MUI dan tentunya masyarakat Maluku menyadari sungguh kerusuhan tahun 1999 sangat tidak menguntungkan masyarakat Maluku, mencederai hubungan Persaudaraan masyarakat Maluku. Membuat luka dan susah masyarakat Maluku.

“Oleh karena itu kita tidak ingin kerusuhan yang oernah terjadi itu akan kembali terulang lagi. Kami mohon kepada seluruh masyarakat agar dapat menjaga diri tidak terprovokasi dengan isu-isu yang sesat,” pungkasnya.