Petisi 28 Bersuara, Tercium Aroma Politik Kuat Dibaliknya

JAKARTA – Masyarakat diingatkan terus untuk tidak terprovokasi dengan seruan kelompok yang kerap menyudutkan Menteri Jokowi karena diduga tersandung bisnis PCR. Salah satunya adalah kelompok Petisi 28 dkk.

Relawan Milenial Satgas Penanganan Covid-19 Arief Rosyid menilai tuduhan terhadap Erick Thohir itu tidak punya dasar argumentasi yang kuat sehingga menuai kecurigaaan terdapat unsur politik di dalamnya.

Dia mengatakan, pernyataan Kemenkes dan BPKP sudah terang benderang menggambarkan bahwa tidak ada kepentingan bisnis di dalamnya, hal itu karena dalam menentukan harga tes PCR merupakan suatu cek and balances yang dapat menghindari kongkalikong permainan harga.

“Ini menegaskan tak mungkin ada kepentingan orang perorang yang bermain dalam tarif PCR. Mekanisme check and balance dari berbagai lembaga ini menutup ruang untuk adanya kongkalikong,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, evaluasi harga PCR secara berkala yang sekarang sudah turun dapat membungkam pihak-pihak yang menuduh sejumlah pejabat negara bisnis PCR. “Berapa banyak orang yang akan ditutup mulutnya oleh mereka yang dianggap berkepentingan tersebut. Sehingga tuduhan-tuduhan tersebut cenderung kepada fitnah,” katanya.

Dia menambahkan, harga PCR yang sudah lebih murah dari sebelum awal masa pandemi Covid-19 mengindikasikan industri kesehatan dalam negeri sudah beradaptasi dengan baik. “Jika di awal pandemi mahal dan kini bisa lebih murah tentu saja patut kita syukuri. Artinya industri kesehatan kita pelan-pelan mengalami perbaikan dan kemajuan,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan saat awal mula Covid-19 masuk ke Indonesia, fasilitas kesehatan Indonesia belum siap menghadapinya. Namun, kini sudah ada perkembangan yang pesat dari sektor Kesehatan khususnya dalam penanganan Covid-19.

Kata dia, ada hikmah di balik Covid-19 yang menyerang Indonesia. Hikmahnya, Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara lain khususnya pada sektor Kesehatan.

“Di beberapa sambutan Presiden Jokowi menyampaikan Covid-19 selain membawa duka, juga sekaligus mengungkap hikmah agar Indonesia harus bisa mengejar berbagai ketertinggalan khususnya di sektor kesehatan,” pungkasnya.