Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Dukung penyelamatan PT. Garuda Indonesia Lewat Restrukturisasi Hutang

Jakarta – Tanggapi rencana Restrukturisasi utang PT. Garuda Indonesia oleh Meneg BUMN maka Serikat Karyawan PT. Garuda Indonesia (Sekarga) melalui ketuanya Tomy Tampati menyampaikan bahwa  rencana restrukturisasi utang harus dilakukan tapi proposal restrukturisasi harus jelas dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak lessor.

Sedangkan terkait opsi mempailitkan PT. Garuda Indonesia dengan langkah menggantikannya dengan Pelita Air, maka Sekarga akan melakukan penolakan karena Pemerintah harus melihat  Garuda Indonesia dari dua sisi yaitu dari sisi entitas bisnis dan non entitas bisnis, terkait entitas bisnis ada permasalah Covid-19 dan beban masa lalu terkait hutang, karena yang mengangkat direksi dan komisaris adalah Pemerintah maka pemerintah harus ikut bertanggungjawab.

Sedangkan non entitas bisnis yaitu dilihat dari sejarah lahirnya PT. Garuda Indonesia dimana ketika Indonesia baru merdeka masyarakat Aceh merelakan hartanya agar Indonesia memiliki pesawat, dan pesawat Garuda dapat digunakan sebagai cadangan militer.

Ketua serikat karyawan Garuda menambahkan, jangan sampai opsi-opsi kebijakan Meneg BUMN terhadap PT. Garuda Indonesia dapat mempengaruhi mental psikologi karyawan Garuda yang mengakibatkan karyawan tidak nyaman dalam bekerja. Dia menambahkan apapun keputusan Pemerintah dalam hal ini Meneg BUMN terhadap PT. Garuda Indonesia meskipun  merugikan karyawan, kami menjamin tidak akan melakukan  mogok kerja karyawan di Bandara Soekarno hatta yang dapat mempengaruhi penerbangan di Bandara Soekarno Hatta.