Sektor UMKM Didorong Ikut Perkuat Iklim Ekonomi Digital

JAKARTA – Rumah Milenial Indonesia menggelar Webinar Ekonomi Digital dengan mengangkat topik Potensi dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Digital di Tengah Pandemi Covid-19 Guna Pemulihan Ekonomi Nasional pada hari Selasa, 26/10/2021.

Dalam webinar ini hadir sejumlah narasumber yang kompeten yakni Fithra Faisal Hastiadi selaku Ekonom UI yang juga Direktur Eksekutif Next Policy, M. Riza Damanik selaku Staf Khusus Menteri Koperasi & UKM dan terakhir Dr. Finsensius Mendrofa selaku Pakar Hukum yang juga baru saja dilantik sebagai Wakil Ketua Komite Tetap KADIN Indonesia.

Mengawali webinar, Fithra Faisal selaku Direktur Eksekutif Next Policy menjelaskan tentang Tren Post Covid 19 yang meliputi kelangkaan energi, Kenaikan harga minyak serta munculnya Inflasi, ia juga mengungkap fakta bahwa pandemi covid 19 juga menimbulkan kenaikan pekerja di sektor Informal.

“Dari kajian kami selama pandemi ini muncul Tren Post Covid 19 yang meliputi kelangkaan energi, Kenaikan harga minyak serta munculnya Inflasi, lalu kami juga menemukan fakta bahwa pandemi covid 19 juga menimbulkan kenaikan pekerja di sektor Informal,” kata Fithra selaku Direktur Eksekutif Next Policy.

Fithra juga mendorong Pemerintah bersama pelaku usaha untuk memperbanyak produktifitas dan memperkuat kolaborasi agar Indonesia bisa naik kelas menjadi negara *_High Income_*.

Sementara itu M. Riza Damanik selaku Staf Khusus Menteri Koperasi & UKM mengatakan bahwa Pemerintah saat ini sedang fokus mendorong transformasi digital dari sektor informal ke sektor formal disamping itu Pemerintah juga mendorong iklim ekonomi digital bagi para pelaku UMKM.

“Transformasi digital dari sektor Informal ke sektor formal menjadi salah satu poin yang menjadi fokus Pemerintah saat ini, disamping itu juga kita sedang mendorong dan mengakselerasi UMKM kita agar mampu berinovasi lewat iklim ekonomi digital, “Ujar Riza.

Menutup webinar kali ini, Finsensius Mendrofa selaku Wakil Ketua Komite Tetap KADIN memaparkan tentang adanya ancaman cyber terhadap sektor keuangan yang mencapai 19%. Lalu ia juga mengungkap sejumlah fakta menarik tentang adanya 68 juta Nasabah yang mengakses pinjaman online yang berujung pada adanya 19.711 pengaduan masyarakat terkait pinjaman online ilegal.

Terakhir Finsensius memberikan tips kepada masyarakat untuk mengenali ciri – ciri pinjaman online ilegal. “Himbauan saya kepada masyarakat terkhusus rekan – rekan milenial agar mengenali betul ciri – ciri pinjaman online ilegal seperti Tidak terdaftar atau tidak berizin dari OJK, Penawaran menggunakan SMS/WA, Bunga dan denda tinggi per hari, Biaya tambahan lainnya tinggi bisa mencapai 40 persen dari nilai pinjaman, Meminta akses data pribadi dan Melakukan penagihan tidak beretika berupa teror, intimasi, dan pelecehan,” tegasnya.