Presiden Mahasiswa UHAMKA : Adat Baduy, Bukti Bhineka Tunggal Ika Warisan Leluhur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam empat tahun terakhir kerap menggunakan baju adat saat sidang Tahunan MPR/DPR/DPD. Tahun 2021 ini, sang Presiden mencuri perhatian dengan mengenakan baju adat Badui dari Provinsi Banten.

Jokowi memakai baju adat Badui berwarna hitam lengkap dengan udeng kepala berwarna biru dan sandal hitam. Ia juga membawa tas rajut berwarna cokelat khas masyarakat Badui.

Presiden Mahasiswa BEM UHAMKA, Zulfikar Maulana merasa bangga karena Presiden Jokowi mengenakan pakaian dari Suku Badui.

Ia tak menyangka orang nomor satu di Indonesia itu mau memakai baju yang dipakai warga Badui.

“Saya sebagai putra daerah yang lahir di Banten turut bangga karena beliau memakai pakaian adat badui,” ujar Zulfikar saat dihubungi wartawan, Jumat (20/8/2021).

Tak hanya itu, ia mengaku bangga karena yang dilakukan Jokowi dapat memberikan contoh yang baik mencintai adat istiadat warisan leluluhur bangsa Indonesia.

Sekjend BEM PTMI tersebut juga berharap masyarakat Badui ke depannya tentram, sejahtera, aman dan makmur.

“Harapan-harapannya kami ke depannya yang penting yang lainnya, satu komunitas kami aman tentram sejahtera subur makmur gemah ripah loh jinawi,” kata dia.

Ia pun menganggap bahwa langkah Jokowi untuk menggunakan pakaian adat dan mengangkat kebudayaan suku Badui dalam acara kenegaraan ini merupakan suatu inisiatif yang baik dalam menekankan kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebutan “Badui” sendiri merupakan sebutan yang disematkan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat adat sub-Sunda yang tinggal di wilayah Lebak, Banten.