Kecewa, Lulus Dari Rumah Kepemimpinan (RK) Malah Lolos Presma UI

Kita tentunya sudah tahu sesuai yang dilansir oleh TEMPO.com diketahui bahwa Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan, cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera memastikan awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Timur Tengah. Tokoh-tokoh di awal pendirian PKS, kata Yusuf, merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Gerakan ini sendiri awalnya digagas sejumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Madinah, Arab Saudi, termasuk Yusuf sendiri dan KH Hilmi Aminuddin.

Rumah Kepemimpinan (RK) berdiri tahun 2015 sebagai transformasi dari Program Pembinaan SDM Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri telah mencetak 1315 Alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor kepemimpinan dari tahun 2002.

Sebagai kampus negeri nomor 1 di Indonesia, Universitas Indonesia adalah barometer pergerakan mashasiswa. Intelektualitas mahasiswa UI dan kematangan pemahaman dalam berorganisasi dan berpolitik menjadi tidak murni lagi saat RK muncul. Bagaimana tidak, Presiden Mahasiswa UI yang selama ini aktif mengkritik pemerintah selama ini semuanya adalah anak didikan dari RK, sebut saja Leon Alvinda Putra Ketua BEM UI periode 2021 yang telah membuat Postingan melalui akun Twitternya @BEMUI.Official Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service, Fajar Adi Nugroho, Ketua BEM UI 2020 yang menilai Jokowi arogan karena membubarkan FPI, Manik hingga Zaadit Taqwa yang melayangkan kartu kuning ke Jokowi saat dies natalis UI.

Masyarakat menyayangkan UI telah diobok-obok oleh RK karena semua pucuk pimpinan BEM adalah dari RK. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ridwan, warga Lenteng Agung yang mempertanyakan kredibiltas rektor UI karena selalu alumni RK yang lolos menjadi Presiden Mahasiswa UI.