Santri Miftahul Ihsan Sabet Juara Da’i Cilik di ITS Surabaya, Ini Kata Pengasuh

Sumenep – Santri Pondok Pesantren Miftahul Ihsan, Errabu, Bluto, Sumenep, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Kali ini, santri kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) atas nama Amelatul Qur’ani berhasil meraih juara 2 lomba Da’i Cilik (Dacil) di salah satu kampus terbaik Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur.

Penyelenggaraan lomba yang berlangsung sejak tanggal 1 Juli – 6 Agustus 2021 itu diumumkan pemenangnya secara virtual melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu (7/8/2021).

“Untuk juara dua Da’i Cilik, yaitu Amelatul Qur’ani dari MI Miftahul Ihsan Sumenep,” kata panitia saat mengumumkan juara Dacil ITS 2021 yang disambut sorak sorai para pendukung gadis cilik yang akrab disapa Amel itu.

Atas keberhasilan ini, para santri dan alumni Miftahul Ihsan melakukan aksi penjemputan dengan iringan konvoi sepeda motor dengan tajuk “Yasmi Memanggil”.

Aksi “Yasmi Memanggil” yang melibatkan para santri dan alumni ini dilakukan pada Senin (9/8/2021). Hal ini sebagai bentuk penghargaan atas prestasi membanggakan yang telah diraihnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ihsan, Kyai Abbasi Rahman memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi ini. Ia berharap agar prestasi yang telah dicapai ini menjadi pemantik prestasiĀ  santri lainnya di berbagai bidang.

“Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada santri yang telah mengharumkan nama lembaga dengan prestasi. Kami berharap, tradisi juara ini terus bisa kita rawat dengan sebaik-baiknya,” kata Alumni Pondok Pesantren Sidogiri itu saat dimintai keterangan usai acara penyambutan.

Sejauh ini, sambung Kyai Abbasi, ponpes Miftahul Ihsan memfasilitasi para santri untuk bisa berkreasi dan mengembangkan bakat dan minatnya dalam bentuk pelatihan muhadharah mingguan.

“Dalam kegiatan tersebut, para santri dibekali pengetahuan berpidato, mulai dari aspek penguasaan materi, teknik, dan juga seni berbicara dengan kemampuan berpengetahuan yang luas, sehingga diharapkan santri mampu meyakinkan orang lain dengan persuasi,” tuturnya.

Tak hanya mendorong kemampuan dalam bidang keagamaan saja, Miftahul Ihsan kata Kyai Abbasi, juga mendorong anak didiknya untuk bisa mengembangkan keilmuan modern, terutama yang berkaitan dengan teknologi digital.

“Ini bagi kami adalah bagian dari proses modernisasi pendidikan pesantren, meskipun tentu tanpa harus mengubah ataupun mengurangi tujuan pokok dan peta arah pesantren dalam mendidik para santri,” ujarnya.

Fleksibilitas dan kepekaan pesantren dalam merespon perkembangan modern, menurut Kyai Abbasi, adalah bagian dari upaya agar pesantren tidak tereleminasi dari arus globalisasi dan transformasi era yang sangat cepat yang terjadi di dunia.

Untuk diketahui, meraih prestasi di tingkat nasional sebenarnya bukanlah hal baru bagi siswa dan santri Ponpes Miftahul Ihsan. Selama pandemi saja, beberapa penghargaan berhasil dikantonginya. Salah satu di antaranya juara favorit lomba vidiografi di Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Juara Favorit Lomba MTQ di Universitas Hang Tuah Surabaya, dan yang teranyar juara dua Dai Cilik di Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Tak hanya berjaya di tingkat nasional, pondok pesantren yang terletak di Jalan KH. Fathullah No. 99, Desa Errabu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep itu juga sukses meraih juara di berbagai ajang perlombaan di tingkat lokal.

Bahkan, santri Miftahul Ihsan sukses memboyong 5 penghargaan sekaligus dalam ajang Awarding Generasi Milenial Mencari Arah (GEMMA) 2020 di SMA Negeri 1 Kalianget se Kabupaten Sumenep. 5 penghargaan tersebut diraih dari beberapa lomba, di antaranya juara 1 Lomba Film Pendek, Juara 1, 2 dan 3 Lomba Fotografi, dan Juara 2 Lomba Lukis.