Fungsikan Media Mainstream, Lawan Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

JAKARTA – Peran media mainstream dan insan pers masih dibutuhkan masyarakat dan pemerintah untuk memerangi berita atau informasi berisikan ujaran kebencian, SARA dan hoax di media online maupun media sosial.

“Media mainstream dan insan pers harus menjadi corong utama memerangi dan membendung berita yang bernarasikan ujaran kebencian, SARA dan hoax,” tegas Aktivis Komunitas Blogger Nusantara (KMN) Komar, hari ini.

Menurut dia, masyarakat masih butuh informasi yang benar sesuai data, fakta dan terverifikasi yang disajikan media di Indonesia. Kata dia, media mainstream menjadi garda terdepan sebagai sumber informasi yang valid bagi masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Masyarakat juga harus jeli mencermati, memilih dan memilah informasi yang diterima melalui media internet baik online maupun media sosial, demu kenyamanan dan ketentraman dalam masyarakat,” sebutnya.

Komar berpesan agar media mainstream bisa mengambil peran sebagai rumah komunikasi dan kontrol sosial serta menjadi harapan pembangunan bangsa untuk mendorong menjadi bangsa yang besar.

“Media mainstream memiliki aturan main yang sangat ketat dalam proses penyajian berita, apalagi jurnalis media mainstream umumnya para profesional dengan pendidikan yang cukup memadai dan diberikan pembekalan khusus tentang etika jurnalistik. Menjadi sangat luar biasa sekali, jika mereka ikut berkontribusi membendung berita yang bernada provokasi, ujaran kebencian, SARA dan hoax,” tandasnya.