Ustadz Fatih Iksan Gantikan Ayahnya Pimpin Gerakan Jakarta Maghrib Mengaji

Redaksikota.com – Perjalanan Jakarta Maghrib mengaji yang sudah lama berlangsung di semua wilayah DKI Jakarta. Namun, gerakan tersebut sempat berduka lantaran tinggalkan oleh sang pelopor, yakni KH Aselih Ridwan karena meninggal dunia.

Namun berdasarkan hasil rapat pleno, kini telah ditetapkan Ustadz Fatih Iksan untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan gerakan mulia di Ibukota Indonesia itu. Di mana Ustadz Fatih juga merupakan putra almarhum.

Dikatakan Ustadz Iksan, bahwa tidak akan ada yang berubah dalam gerakan Jakarta Maghrib Mengaji yang telah dirintis oleh ayahandanya itu.

“Semua program akan tetap dilaksanakan sesuai dengan program KH Aselih Ridwan, sesuai jadwal yang telah ditetapkan akan terus dilanjutkan,” kata Ustadz Iksan kepada wartawan, Sabtu (30/1/2021).

Ia juga menegaskan bahwa dirinya siap untuk melanjutkan amanah ayahanda sesuai dengan aturan yang sudah berlaku. Namun, ia juga memohon kepada semua pihak untuk tetap ikut berpartisipasi dalam menyukseskan agenda tersebut.

“Saya juga berharap kepada semua pihak agar tetap mendukung dan mensupport gerakan Jakarta Maghrib Mengaji ini,” ucapnya.

Selain itu, Ustadz Iksan juga menyampaikan belum ada perubahan struktur pengurusan yang berarti. Namun memang diakuinya akan ada perubahan sedikit namun dalam konteks upaya percepatan program kerja yang akan dijalankannya nanti.

“Semua susunan pengurus tidak ada perubahan, hanya beberapa yang dirubah menambahkan semua program berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Terakhir, ia pun berharap pula kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa ikut mendukung dan menyukseskan program kerja untuk generasi bangsa dan warga di Jakarta itu. Bahkan agar tetap ada pengawasan yang intens, ia berharap agar Gubernur Anies Baswedan dan Sekda DKI Marullah Matali bisa terlibat di dalam struktur kepengurusan.

“Saya juga berharap pada Pemerintahan DKI Jakarta, terutama Pak Gubernur Anies Baswedan dan KH Marullah Matali untuk tetap mendukung program ini, dan dijadikan sebagai pembina atas gerakan ini,” tutupnya. []