SUDRA Harap Presisi Ala Listyo Mambu Bawa Paradigma Baru di Tubuh Polri

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Redaksikota.com – Analis Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA), Muhammad Afditya menyambut baik gagasan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri, yakni Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparasi berkeadilan).

“Kami menyambut optimis gagasan Presisi yang digaungkan Komjen Listyo, dengan harapan program tersebut dapat membawa paradigma baru dalam tubuh Polri yang lebih modern,” kata Afditya dalam keterangan persnya, Sabtu (23/1/2021).

Apalagi menurutnya, gagasan baru Komjen Pol Listyo tersebut menjadi tongkat estafet yang sebelumnya digaungkan oleh Jenderal (purn) Muhammad Tito Karnavian saat masih menjabat sebagai Kapolri, yakni Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter).

Oleh karena itu, dalam aspek penguatan demokrasi di tubuh lembaga penegak hukum itu, Afditya yakin betul Polri sangat paham dengan tugasnya, khususnya dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dewasa ini.

“Polri sebagai pemelihara Kamtibmas, sebagai penegak hukum, sebagai pelindung dan pengayom masyarakat diyakini dapat memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan nilai-nilai yang ada,” ujarnya.

Afditya menyampaikan, bahwa pihaknya sangat meyakini jika Polri mampu memaknai nilai-nilai apa yang terkandung dalam demokrasi di Indonesia.

“Kami melihat ada beberapa nilai, diantaranya, pertama adalah kehendak umum yakni tujuan untuk kemaslahatan bangsa, kedua adalah masalah pluralisme, yang menandakan tidak ada tirani mayoritas terhadap minoritas. Kemudian yang ketiga adalah transparansi dan akuntabilitas,” paparnya.

Apalagi, demokrasi tidak hanya menyeragamkan kehidupan melainkan mengelola dan memelihara perbedaan sehingga menjadi energi dasar untuk menciptakan keadilan dan kemakmuran bersama.

“Untuk mewujudkannya jelas stabilitas keamanan dan ketertiban menjadi tugas utama Korps Bhayangkara,” imbuhnya.

Namun, ia juga mewanti-wanti kepada seluruh anggota Polri di manapun berada, bahwa profesionalisme adalah kunci apakah korps Bhayangkara itu mampu mempertahankan integritasnya atau tidak. Karena persoalan itu bukan tugas Kapolri saja, melainkan seluruh personil yang ada di bawahnya.

“Profesionalisme personil Bhayangkara serta keteguhan institusi Polri dalam mengawal demokrasi Indonesia dapat mengantarkan bangsa menuju iklim demokrasi yang lebih baik. Eksistensi Polisi sebagai fungsi, sebagai organ masyarakat, maupun sebagai perorangan dilahirkan oleh dan dari masyarakat itu sendiri, untuk melindungi terselenggaranya kebersamaan hidup antarwarganya,” tuturnya.