Ketum PA 212 Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Kerumunan Aksi 1812

Redaksikota.com – Terkait kasus kerumunan aksi 1812 dikawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, polisi memanggil dua orang saksi untuk dimintai keterangan di Polda Metro Jaya.

“Terkait kasus 1812, terkait kerumunan pada demo di patung kuda. Hari ini kita jadwalkan pemanggilan kepada 2 orang,” ujar Kombes Pol Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Kedua saksi tersebut yaitu pemilik mobil komando berinisial A dan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif (SM). Namun, dari kedua saksi yang dipanggil hanya SM yang memenuhi panggilan. “Pertama saudara A pemilik kendaraan dan kedua saudara SM. Dari dua yang kita panggil hari ini, hanya satu yang bisa hadir yaitu saudara SM yang sudah hadir,” Kata Yusri.

Sebelum menjalani pemeriksaan, Slamet tetap mengikuti protokol kesehatan dengan melakukan rapid test terlebih dahulu. “Yang bersangkutan dilakukan test kesehatan dan hasilnya non reaktif. Saat ini saudara SM masih dilakukan pemeriksaan, dan kita tunggu saja hasil pemeriksaannya,” ungkap Yusri.

Slamet sendiri mendatangi Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.30 WIB, dengan ditemani pengacarnya yakni Achmad Michdan. Kehadiran Slamet dalam rangka memenuhi panggilan kedua, karena saat penaggilan pertama tidak dapat hadir.

“Ini panggilan kedua, karena panggilan pertama saya tidak dapat hadir sebab ada acara yang sudah teragendakan di luar kota. Panggilan pertama pada Selasa kemarin, tanggal 29 Desember,” jelasnya.

Kepada wartawan Slamet menjelaskan, bahwa dirinya saat berlangsung Aksi 1812 tidak berada dilokasi. “Waktu aksi 1812, saya belum sampai lokasi, saya dengar sudah selesai dan sudah dibubarkan akhirnya saya balik arah. Bahkan saya himbau untuk membubarkan diri untuk pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Saat ditanyakan tentang agenda pemeriksaan, Slamet hanya mengatakan belum tahu diperiksa sebagai saksi siapa. “Biasa aja, karena hanya dimintai keterangan sebagai saksi. Kita juga belum tahu saksi untuk siapa dan apa yang akan ditanyakan nanti,” terangnya.