Sikapi Pro Kontra Pemerintahan, Budi Soehardi : Berpikir Positif, Bukan Anarkis

Jakarta – Budi Soehardi (Ikon Apresiasi Prestasi Pancasila 2019) juga sebagai pendiri Yayasan Panti Asuhan Roslin, menyikapi penomena Indonesia akhir – akhir ini ditengah adanya pandemi covid 19 semakin banyak terdapat isu pro dan kontra terhadap pemerintahan yang menimbulkan terjadinya gelombang aksi baik dipusat maupun di daerah sangat menyayangkan jika sampai terjadi provokasi yang anarkhis.

“Akhir – akhir ini saya sedikit melihat dan membaca beragam pemberitaan baik di media online ataupun di media sosial, banyak sekali pro dan kontra di masyarakat terkait pemerintahan padahal kita sedang adanya pandemi covid 19 dan saya sangat sayangkan jika pro dan kontra tersebut akhirnya berwujud dengan aksi – aksi provokasi yang berujung dengan perbuatan anarkhis” Jelas Budi.

Budi mengajak semua lapisan masyarakat untuk selalu berpikir dan berbuat hal yang positif agar bisa memunculkan energi yang juga positif, sehingga jika dilakukan bersamaan oleh banyak orang maka energi positif tersebut dapat terus meluas ke orang lain yang akhirnya dalam hal apapun yang diperbuat masyarakat dapat tereduksi dengan baik dan berimbas positif juga ke pemerintah dan negara dalam proses pembangunan yang mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Menurut saya kita harus sampaikan juga ke masyarakat agar selalu memilki pemikiran dan perbuatan yang positif, sehingga energi positif tersebut dapat menyebarluas ke orang banyak sehingga berdampak kepada pemerintah dan negara dalam mengelola ekonomi pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat” lanjut Budi.

Budi mengibaratkan jika kita sedang makan buah jeruk yang terasa asam tetapi kita memakannya dengan tidak memikirkan rasa asam tersebut tetapi dengan berpikir positif ke arah yang lain maka rasa asam pada jeruk yang kita makan tersebut akan hilang dan berlalu begitu saja, begitu juga ketika kita berbuat sesuatu demi kebaikan bangsa dan negara kita jika kita berupaya berpikir dengan hal yang positif maka akan mendapatkan hasil yang positif meskipun orang lain yang melihat kita akan terjadi pro dan kontra dan itu semua akan berlaku sama bahwa akan berlalu begitu saja. Dan Budi berharap kedepannya permasalahan yang terjadi di Indonesia akan segera terlewati dan kita dapat diberikan kekuatan untuk membangun bangsa Indonesia ke yang lebih baik lagi.

“Ibaratnya kita sedang makan jeruk yang rasanya asam tetapi kita alihkan pengecap rasa kita dengan hal lain yang positif maka rasa asam tersebut akan berlalu begitu saja dan kita tidak lagi berpikir tentang keasaman buah jeruk tersebut, begitu juga perbuatan kita untuk bangsa dan negara kita tercinta ini. Semoga saja semua permasalahan di negara kita bisa terlewati dan kita semua diberikan kekuatan dalam membangun Indonesia yang lebih baik lagi” Terang Budi.