Mandek di Polda Riau, TPDI Akan Laporkan Investasi Bodong Wawan Cs ke Bareskrim Polri

Redaksikota.com, Jakarta – Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang senilai Rp. 11,1 miliar, dengan modus investasi, diduga dilakukan oleh seorang pria asal Kabupaten Bengkalis, bernama Wawan, berikut jaringannya, sudah dilaporkan ke Direskrimum Polda Riau dengan nomor laporan 022/ES-adf/B/VIII/2020.

Namun kasus yang merugikan korban bernama A Moi, warga asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau, itu hingga saat ini terkesan mandek, bahkan pelapornya tak kunjung dimintai keterangannya.
Padahal tindak pidana yang dilaporkan oleh Kuasa Hukum, korban E. Sangur, telah diuraikan secara jelas modus operandi dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan Wawan dan jaringannya dengan iming-iming investasi pada pembibitan kelapa sawit dan penimbunan tanah di beberapa proyek jalan di Bengkalis, yang semuanya nihil. Dalam kasus ini Wawan telah menerima Uang sebesar Rp 11,1 miliar lebih.

“Anehnya, sudah dilaporkan berupa Informasi Masyarakat ke Polda Riau, sejak Agustus 2020, namun tidak memberikan respons cepat sebagaimana prinsip Polisi Promoter dan jaminan yang diberikan oleh Pimpinan Polri soal pelayanan keadilan terhadap rakyat kecil yang melapor,” kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, Jumat (20/11/2020).

Keanehan lain, tambah Petrus, Polda Riau justru merespon laporan pihak Wawan yaitu penculikan atau penyanderaan terhadap Wawan yang dilakukan oleh kelompok penagih uang kepada Wawan yang saat ini sudah ditahan Polres Pekanbaru.
Bahkan, A Moi sendiri ditangkap dan ditahan, sebagai pelaku turut serta dalam aksi penyanderaan dan penculikan.

 

“Mengapa pula Polda Riau lebih memprioritaskan laporan Wawan tentang penculikan dengan menangkap dan menahan Ny. A Moi saat sedang berjuang menuntut haknya mencari keadilan di Jakarta,” tandasnya.

Atas perlakuan tidak adil Polda Riau terhadap A Moi, dan tindak penipuan Wawan terhadap A Moi, TPDI akan melaporkan praktek penipuan atas nama investasi fiktif yang dilakukan Wawan Cs ke Bareskrim Polri.

“Sedangkan praktek perlakuan tidak adil dari pimpinan Polda Riau terhadap Ny. A Moi, TPDI akan mengadukan ke Komisi III DPR RI, Menkpolhukam, Kompolnas, Komnas Perempuan agar ada evaluasi dan penindakan terhadap praktek penegakan hukum yang bertentangan dengan prinsip Polisi Promoter dan KUHAP,” tutupnya.

Latest articles

Aliansi Pemuda Sulut Siap Ikut Sosialisasi UU Cipta Kerja

Redaksikota.com - Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Sulawesi Utara menggelar aksi unjuk rasa mendukung omnibus law UU Cipta Kerja yang telah diundangkan...

KNPI Gelar Diskusi Pilkada 2020, Ketua Komisi II DPR RI Beri Pujian

JAKARTA - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengapresiasi kegiatan diskusi Pilkada bertema "Pemuda Sukseskan Pemilu Kada 2020" yang diinisiasi Dewan...

KNPI Rangkul Pemuda, Semangat Kawal dan Sukseskan Pilkada Serentak 2020

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) mengajak kalangan pemuda, kaum milineal untuk bersama-sama mensukseskan Pilkada Serentak 2020 di tengah...

Jangan Lengah Soal Protokol Kesehatan, Masyarakat Depok Siap Digandeng Sukseskan Pilkada 2020

Depok - Aliansi Masyarakat Pemerhati Demokrasi menggelar aksi damai didepan Kantor KPU dan Bawaslu Depok, Rabu (25/11/2020). Mereka mengajak masyarakat Kota Depok mensukseskan Pilkada Serentak...

Related articles