Tas Hitam di Jalur TransJakarta Bukan Berisi Peledak

BERBAGI
Tas hitam yang ditemukan di jalur Transjakarta. [foto : twitter]

Redaksikota – Warga Jakarta khususnya pengguna bus Transjakarta sempat dibuat panik dengan temuan adanya tas berwarna hitam yang lagi-lagi sempat dikhawatirkan berisikan bahan peledak. Namun dugaan tersebut pun akhirnya dibatahkan oleh aparat kepolisian.

Kapolsek Setiabudi, Komisaris Polisi Sujarwo menyampaikan bahwa tas tersebut tidak ada bahan peledak sama sekali. “Yang jelas isinya bukan bahan peledak,” kata Kompol Sujarwo kepada wartawan, Minggu (9/7).

Ia mengatakan bahwa yang ada di dalam tas tersebut hanyalah pakaian dan barang pribadi milik warga yang kemungkinan tertinggal atau terjatuh. “Isinya ada pakaian, handphone, NPWP, ATM atas nama Dedi Lubis,” terangnya.

Diketahui, tas tersebut tergeletak tepat di samping separator bus Transjakarta koridor koridor 6 dekat Halte Patra Kuningan arah Dukuh Atas. Bahkan akibat adanya temuan tas tersebut, jalur tersebut langsung disterilkan dan bus tidak melintasi jalur tersebut untuk menghindari kemungkinan buruk terjadi.

“INFO |Kor 6 Diduga adanya bahan peledak sebelum halte Patra Kuningan,sementara halte Patra Kuningan&Depkes arah Dukuh Atas tdk bisa melayani,” kicau @PT_Transjakarta hari ini.

Satu jam pasca mengunggah informasi tersebut, PT Transjakarta pun kembali menginformasikan bahwa koridor 6 sudah dibuka dan bisa dilintasi lagi.

“INFO I Kor 6 halte Patra Kuningan dan Depkes yang sebelumnya tidak dapat melayani saat ini sudah kembali normal,” kicaunya kemudian.