Survei CSIS Rakyat Puas Kerja Jokowi, PDIP: Ini Bentuk Apresiasi Masyarakat

BERBAGI
Hendrawan Supratikno
Anggota Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno. [*istimewa]

Redaksikota – Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa, apa yang ditemukan oleh lembaga survei Center Strategic dan Internasional Studies (CSIS), tentang tingkat kepuasan rakyat kepada Presiden Joko Widodo mencapai angka 50,9 persen, adalah bentuk apresiasi rakyat terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

“Ya tentu kami menilainya satu bentuk apresiasi dari masyarakat. Memang apa yang dilihat dari kerja Pak Jokowi nggak bisa dilihat jangka pendek,” kata Hendrawan di Jakarta, Selasa (13/9/2017).

Ia menilai tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo adalah tentang berbagai upaya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selain itu juga faktor ekonomi dan politik yang dianggap masih cukup baik sepanjang 3 tahun terakhir ini.

Dan dari upaya dan kerja keras pemerintahan Jokowi-JK saat ini, Hendrawan menilai masyarakat pun sudah bisa merasakan dampak positifnya, sehingga inilah yang diprediksi menjadi tingkat kepuasan publik ketika CSIS melakukan survei lapangannya itu.

“Hasilnya akan lebih terlihat beberapa tahun dan ini sudah mulai merasakan dan masyarakat mengapresiasi itu,” tukasnya.

Walaupun hasil survei tersebut dianggap memiliki tingkat sentimen positifnya tersendiri dan bisa dijadikan sebagai salah satu tolak ukur dalam Pilpres 2019 mendatang. Namun demikian, Hendrawan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melihat tingkat kepuasan publik tersebut berdasarkan survei semata.

“Elektabilitas salah satu ukuran penting tapi tidak serta merta dengan survei jadi deklarasi itu tidak boleh didasarkan hasil survei semata,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam rilis hasil survei CSIS yang diselenggarakan pada hari Selasa (12/9/2017) kemarin, ditemukan angka bahwa elektabilitas Jokowi di tahun 2017 sebesar 50,9 persen. Elektabilitas ini diketahui terus mengalami kenaikan cukup signifikan dari tahun 2015 sebesar 36,1 persen, dan pada tahun 2016 sebesar 41,9 persen.

Sementara itu elektabilitas Prabowo di tahun 2017 sebesar 25,8 persen. Elektabilitas Prabowo mengalami stagnasi suara dari tahun 2015 sebesar 28 persen, dan pada tahun 2016 sebesar 24,3 persen.

Survei dilakukan terhadap 1.000 responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia dengan penarikan sampel responden secara acak dan metode multi-stage random sampling.

Adapun margin of error sebesar +/- 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.