Karyono Nilai Presiden Jokowi Sangat Paham Sikapi Tahun Politik

BERBAGI
Karyono Wibowo
Pengamat politik The Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo. [foto : fiqi septiansyah/redaksikota]

Redaksikota – Peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat paham betul kondisi saat ini yang dianggap sebagai awal Tahun Politik. Maka dari itu Presiden pun mewanti-wanti kepada seluruh jajaran Kabinet Kerja agar tetap fokus bekerja.

“Tahun 2018 itu tahun politik. Biasanya atmosfer politik sudah mulai memanas satu tahun menjelang pemilu nasional. Presiden Jokowi sangat memahami hal itu,” kata peneliti Indonesia Publik Institut, Karyono Wibowo kepada wartawan, Rabu (6/9/2017).

Menurutnya, imbauan Presiden kepada menteri-menteri sangat tepat. Semua menteri sepatutnya menyadari bahwa mereka adalah pembantu Presiden. Loyalitas kepada Presiden yang mengangkat dan mempercayakan jabatan untuk menjalankan tugasnya mesti dipegang teguh.

Menteri yang berasal dari partai politik (parpol) atau bukan juga demikian. Terlebih dari itu, dia menyatakan, para menteri harus mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara.

“Loyalitas kepada rakyat, bangsa dan negara harus di atas loyalitas pada partai. Pengabdian menteri untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan sebatas untuk kepentingan partai,” tegasnya.

Meski begitu, menurutnya, imbauan Presiden Jokowi belum tentu dipatuhi. Karenanya, Presiden diharapkan tegas terhadap para menteri yang tidak fokus bekerja dan tidak loyal.

“Apalagi bagi menteri yang main dua kaki. Kaki yang satu di dalam pemerintahan, kaki yang satu lagi jadi oposisi. Menteri seperti itu harus segera ditendang dari kabinet agar tidak menjadi benalu dalam pemerintahan,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, Presiden memang mengingatkan menteri bahwa September 2018, pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dimulai. Pembantu Presiden di kabinet, menurut Tjahjo, tentu akan menuntaskan kerja hingga 20 Oktober 2019.

Sebelumnya, imbauan Presiden disampaikan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Projo di Jakarta, Senin (4/9/2017). Relawan-relawan pendukung Jokowi diminta bersiap menghadapi Pemilu 2019.

“Jadi saya mengingatkan yang belum sadar kalau bulan September itu ada penetapan capres dan cawapres. Tahun depan itu tahun politik, berarti sahut menyahutnya lebih kenceng. Jangan belum-belum sudah mau kampanye,” kata Presiden.