DPR Minta KKB di Papua “Disikat” Jika Tak Mau Diajak Damai

BERBAGI

Redaksikota – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid masih berharap agar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah menyandera dua desa sekitar Tembagapura, Mimika, Papua bisa diajak berdamai dan dilakukan langkah-langkah persuastif.

Namun jika upaya baik tidak bisa dilakukan dan kelompok tersebut masih terus bersikukuh melakukan perlawanan dan penyanderaan, ia memberikan saran agar pasukan satuan tugas TNI dan Polri agar bisa bertindak tegas terhadap mereka.

“Jika upaya persuasif, edukasi, dan dimpomasi sudah tidak ampuh lagi dan tindakan mereka jelas melawan UU (Undang-undang) dan merugikan masyarakat, maka pemerintah lakukan tindakan represif agar urusan segera selesai,” tegas Sodik, Selasa (14/11/2017).

Politisi Partai Gerindra ini pun memberikan kritikan kepada pemerintah lantaran sering mendapatkan tudingan negatif, yakni lebih mudah melakukan tindakan represif terhadap kelompok lawan politiknya. Sementara terhadap kelompok separatis seperti KKB tersebut justru gerakannya lamban.

Sodik mengkhawatirkan jika KKB yang ada di Mimika tersebut tidak hanya memiliki unsur dan motif kriminal semata, melainkan ada gerakan politik separatis.

“Pemerintah sering dikritik lambat menangani dan menyelesaikan aksi-aksi kelompok teroris, termasuk kelompok-kelompok seperti ini. Bisa jadi mereka bukan hanya motif dan gerakan kriminal tapi politik sparatis,” pungkasnya.

Diketahui, untuk mencoba melakukan upaya persuasif, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar telah mengeluarkan maklumat Nomor B/MKLMT/01/XI/201. Dalam mahlumat yang dirilis pada tanggal 12 November 2017 tersebut menyebutkan, jika berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Senjata Tajam, maka diperintahkan kepada seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, mempergunakan senjata secara illegal agar secepatnya;

1. Meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum (Kepolisian Republik Indonesia),

2. Agar tidak melakukan perbuatan melanggara hukum seperti pengancaman, penganiayaan, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.

Maklumat tersebut telah disebar di beberapa wilayah. Diantaranya adalah Tembagapura meliputi Kampung Utikini, Kampung Kembeli, Kampung Banti, Kampung Obitawak, Kampung Arwanop dan Kampung Singa.