Setya Novanto Bisa Diseret Paksa ke Kantor KPK

BERBAGI
Laode M Syarif

Redaksikota – Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif mengatakan, bahwa Ketua DPR RI Setya Novanto bisa dipanggil paksa ke kantornya jik dalam pemanggilan ke tiga tidak masih tidak kooperatif.

“Yang penting kan kita sudah memanggil, kalau misalnya saya kurang tahu ini pemanggilan kedua atau ketiga. Kalau pada pemanggilan ketiga tidak hadir, maka KPK berdasarkan hukum kan bisa memanggil dengan paksa, seperti itu,” kata Laode kepada wartawan di Jakarta Selatan, Senin (13/11/2017).

Pun demikian, Laode masih berharap agar Ketua Umum Partai Golkar tersebut dapat kooperatif dan memenuhi panggilan tim penyidik untuk diperiksa.

“Tapi mudah-mudahan beliau kooperatif ya,” pungkasnya.

Perlu diketahui sebelum pemanggilan hari ini, Setya Novanto sebelumnya sudah pernah dipanggil pada 30 Oktober dan 6 November 2017. Namun ia selalu mangkir dengan mengirim surat ke KPK.

Novanto juga tidak hadir hari ini. Dia beralasan KPK harus mengantongi izin Presiden untuk memeriksa dirinya. Novanto lebih memilih terbang ke Kupang untuk menjalankan kegiatan kerjanya.

“Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo). Alasan yang digunakan adalah terkait izin Presiden,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (13/11/2017).