Jadi Calon Presidium KAHMI, Beby Ingin Concern Pada Kemanusiaan dan Lingkungan

"Saya ingin KAHMI lebih peduli pada kemanusiaan dan lingkungan. Dari sisi kemanusiaan itu, bagi saya sudah mencakup tetang keindonesiaan, keislaman dan kebangsaan," kata Beby.

BERBAGI

Redaksikota – Calon Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Beby Sintia Dewi Banteng mengatakan bahwa, tekadnya untuk maju dalam seleksi calon Presidium KAHMI tersebut salah satunya adalah ingin membawa organisasinya tersebut agar lebih peduli pada lingkungan san sektor kemanusiaan.

“Saya ingin KAHMI lebih peduli pada kemanusiaan dan lingkungan. Dari sisi kemanusiaan itu, bagi saya sudah mencakup tetang keindonesiaan, keislaman dan kebangsaan,” kata Beby saat ditemui Redaksikota di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/11/2017).

Selain itu, Beby yang juga praktisi di bidang perencanaan wilayah dan tata kota tersebut mengatakan, bahwa KAHMI juga harus memperhatikan persoalan kaderisasi di lingkungan HMI sendiri.

“KAHMI itu jangan hanya masuk ke ranah politik saja, dalam ranah hukum, sosial kemanusiaan kita juga harus berikan perhatian terutama dalam ranah pengkaderan HMI,” tukasnya.

Ia menilai bahwa HMI saat ini bukan lagi menjadi organisasi kemahasiswaa yang menjadi daya tarik bagi para Mahasiswa. Padahal organisasi yang didirikan oleh Pahlawan Nasional RI, Lafran Pane tersebut merupakan salah satu organisasi kemahasiswa besar di Indonesia.

Beby menilai KAHMI yang berisi para alumni gerakan mahasiswa HMI tersebut harus mampu ikut mengembalikan kejayaan organisasi hijau hitam itu.

“HMI hari ini tidak hanya jadi pilihan organisasi kemahasiswaan, tapi sekarang itu bagaimana kita harus kembalikan agar adik-adik mahasiswa itu bisa tertarik lagi utuk ber-HMI,” tegasnya.

Sekali lagi, Beby yang merupakan akademisi dan sekaligus Doktor dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tersebut menekankan pada konsentrasi sektor sumber daya manusia dan sektor lingkungan.

“Hal lain kita juga harus concern pada lingkungan dan KAHMI mungki sudah lakukan tapi gaungnya belum terlalu luas. Kalau itu dilakukan dan digaungkan nanti sisi kemanusiaan, keislaman dan kebangsaan kita akan sampai pada posisinya,” tukasnya.

“Karena tujuan dasar HMI kan melahirkan insan yang akademis, keislaman menuju manusia yang berkeadilan dan merata, dan itu blm dilakukan sepenuhnya,” imbuh kader HMI Cabang Manado itu.

Kembangkan Kualitas SDM HMI

Kemudian Beby juga mengatakan bahwa poin lain yang diwacanakannya adalah meningkatkan kemandirian bagi alumni HMI sendiri. Dan ia menegaskan jika poin tersebut adalah persoalan fundamental tersendiri bagi keluarga besar HMI itu.

“Banyak alumni HMI juga kan tidak semuanya hidup mapan, banyak juga dari mereka dalam hidupnya harus kami bantu dan itu menjadi pekerjaan rumah kita dari Majelis Nasional KAHMI,” ujarnya.

Selain itu, Beby juga berharap KAHMI ke depannya dapat kembali merangkul seluruh alumni HMI yang terpisah-pisah dengan elemennya, sehingga dapat menjadi satu kesatuan besar bagi tubuh organisasi hijau hitam itu.

“Tidak semua alumni HMI itu kan berhimpun dengan KAHMI, banyak yang berhimpun ke grup-grup mereka masing-masing. Dan itulah yang harus kita bangun komunikasi karena mereka adalah kekuatan,” tutupnya.