KSPI Ancam Cabut Mandat Dukungan ke Anies-Sandi Jumat

BERBAGI
Said Iqbal
Buruh KSPI saat gelar konferensi pers jelang Aksi 10 November 2017 di Balaikota DKI dan Istana Merdeka. [foto : Redaksikota]

Redaksikota – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa pada hari Jumat (10/11/2017). Dalam aksinya itu, ia mengatakan buruh akan cabut mandat dukungan terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno.

“Di sana (Aksi 1011) kita akan cabut mandat. KBJ (Koalisi Buruh Jakarta) itu anggotanya sampai 40 ribuan. Kenapa, karena (Anies-Sandi) pembohong. Kalau tidak setuju (kontak politik) harusnya Anies-Sandi tak usah tanda tangan Sepultura,” kata Iqbal dalam keterangan persnya di kantor DPP KSPI, Jakarta Timur, Rabu (8/11/2017).

Ia menegaskan bahwa siapapun pemimpinnya ketika ingkar pada janji politiknya, maka harus dilawan sekalipun itu adalah pemimpin yang didukung dalam masa pemenanganannya dulu.

“Jangan suka bohong dan ingkar janji. Pemimpin yang hanya umbar janji, maka kita lawan. Cabut mandat adalah proses hukuman moral bagi pemerintah yang berbohong,” tukasnya.

Aksi 10 November yang akan digelar oleh elemen buruh dari KSPI tersebut membawa beberapa agenda. Salah satu yang krusial adalah soal PP Nomor 78 Tahun 2018, dimana dengan regulasi tersebut akhirnya membuat UMP 2018 di bawah tangan Anies-Sandi menjadi lebih rendah dari PP 78.

“PP78 itu seperti komunis, upah ditentukan negara. PP78 itu tidak ada survei, serikat buruh tak berfungsi, Gubernur hanya tukang stempel. Hanya negara-negara komunis yang pakai cara-cara ini,” ujarnya.

Dan untuk fokus UMP 2018 DKI Jakarta, Iqbal mengatakan buruh dari elemen Koalisi Buruh Jakarta (KBJ) akan fokus di depan gedung Balaikota DKI Jakarta di Medan Merdeka Selatan.

“Massa sekitar jam 11.00 WIB akan dibagi dua. KBJ dipimpin pak Winarso. Kami setting sampai malam. Non-KBJ akan longmarch ke Istana Negara sampai ada hasil,” terangnya.

Tuntutan selanjutnya disampaikan Iqbal adalah tolak PP 78 Tahun 2018 tentang Pengupahan. Bagi Iqbal, sepanjang adanya PP 78 tersebut, banyak dampak buruk yang diterima buruh, mulai dari upah murah sampai pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tunutan ketiga disampaikan Presiden FSPMI tersebut adalah desakan penurunan Tarif Dasar Listrik (TDL). Baginya, kenaikan TDL tersebut juga sangat berdampak pada kehidupan rakyat khususnya kaum buruh. Dimana pendapatan stagnan sementara kebutuhan hidup meningkat.

Rencananya, aksi yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia tersebut akan menghadirkan 8 ribu – 12 ribu orang dengan target massa aksi sebanyak 20 ribu orang buruh. Mereka berasal dari Jabodetabek. Ada dari Tasikmalaya, Serang, Kota Cilegon. Ada juga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera dan beberapa kota besar lainnya.