Wapres Sarankan Dokter Buktikan Jika Memang Setnov Sakit

"Yang paling pokok di sini adalah, kasus ini harus ada penjelasan dari dokter. Dokter harus menjelaskan bahwa memang dia (Setya Novanto) sakit," terangnya.

BERBAGI
Setya Novanto di RS Premier
Foto suasana Setya Novanto saat masih berada di sebuah ruangan perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Redaksikota – Wakil Presiden Jusuf Kalla pun ikut berkomentar terkait dengan hebohnya upaya pihak Setya Novanto, yang ingin memproses hukum munculnya gambar-gambar meme yang menyeret nama dan wajah Ketua DPR RI itu.

Bagi Wapres, upaya memproses hukum gambar meme Setya Novanto oleh netizen hanya akan buang-buang energi pengadilan saja. Ia menilai jika munculnya meme-meme tersebut hanya sebuah bentuk ekspresi masyarakat saja terhadap persoalan yang tengah ada.

“Kalau semua meme itu harus diadili, capek nanti pengadilan. Karena begitu banyak, itu semacam karikatur, berekspresi,” kata Wapres di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Tidak hanya meminta agar maraknya Meme itu tidak perlu diproses hukum saja, Jusuf Kalla juga menyikapi bahwa munculnya gambar-gambar tersebut hanya reaksi masyarakat untuk menyikapi peristiwa yang terjadi pada Setya Novanto, dimana Ketua Umum Partai Golkar tersebut sempat terbaring di Rumah Sakit Premier Jatinegara lantaran dikabarkan usai operasi pemasangan ring jantung.

Wapres hanya menganggap jika persoalan tersebut hanya masalah pembuktian saja, yakni tim dokter memberikan rilis resmi bahwa memang Setya Novanto benar sakit dan menjalani operasi jantung.

“Yang paling pokok di sini adalah, kasus ini harus ada penjelasan dari dokter. Dokter harus menjelaskan bahwa memang dia (Setya Novanto) sakit,” terangnya.

Dyaan Kemala Arrizzqi, ditangkap Bareskrim Polri karena dianggap menyebar meme soal Setya Novanto dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial. Selain itu, Setya Novanto juga melaporkan 32 akun media sosial Facebook untuk tuduhan serupa.

Beberapa waktu lalu, Setnov sempat dikabarkan menjalani perawatan karena sejumlah penyakit yang diderita di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Setya Novanto dirawat sejak akhir September hingga awal Oktober 2017.

Pada 2 Oktober 2017, Setya Novanto telah meninggalkan rumah sakit, beberapa hari setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan terkait dugaan korupsi pengadaan KTP-Elektronik.