Setnov Tersangka Lagi, Pengacara: Ini Permainan Oknum KPK

BERBAGI
Setya Novanto di RS Premier
Foto suasana Setya Novanto saat masih berada di sebuah ruangan perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Redaksikota – Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengaku belum mengetahui jika kliennya itu kembali menyandang status tersangka kasus korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya tidak tahu menahu (soal penetapan tersangka Novanto),” kata Fredrich kepada wartawan, Senin (6/11/2017).

Ia menegaskan pun jika memang dirinya menerima surat penetapan tersangka Novanto, ia menegaskan tidak akan serta merta membeberkannya kepada publik. Justru ia menilai tersebarnya surat tersebut hanyalah akal-akalan KPK saja.

“Ini kan permainan oknum KPK sendiri yang sengaja membikin isu bikin heboh masyarakat. Kan mereka (KPK) selalu ingin jadi pemain sinetron,” pungkasnya.

Diketahui, sebuah surat Nomor B-619-23/11/2017 yang dikeluarkan oleh KPK pada tanggal 3 November 2017 tentang Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tersebar di kalangan wartawan.

SPDP Setnov
Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (DPDP) Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). [sumber : Kumparan]
Dalam surat pemberitahuan tersebut, KPK menyebutkan alasan dimulainya penyidikan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprin Dik) Nomor 113/01/10/2017 tanggal 31 Oktober 2017.

Kemudian masih dalam surat pemberitahuan tersebut, KPK juga menilai bahwa Setya Novanto disangka melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan proyek e-KTP tahun 2011-2012 pada Kementerian Dalam Negeri. Ia disangka melakukan perbuatan itu bersama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman, Sugiharto, dan kawan-kawan.

Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman.