PAN: Kita Berjuang Sampai Perppu Ormas Ditolak

BERBAGI

Redaksikota – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto menilai jika Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas sangat tidak diperlukan oleh negara untuk saat ini.

Justru menurutnya, yang paling diperlukan Indonesia saat ini adalah pemberantasan penyebaran narkoba dan maraknya TKA ilegal.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah bahaya narkoba dan juga ada serangan tenaga kerja asing. Dan itu justru yang dibutuhkan republik hari ini,” kata Yandri di Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Selain itu, Yandri juga mengatakan jika beberapa fraksi di DPR juga menilai Perppu Ormas tidak terlalu dibutuhkan. Pun demikian jika memang Perppu tersebut harus dijadikan produk Undang-undang, beberapa fraksi tersebut juga memberikan catatan untuk melakukan revisi pasal-pasalnya.

“(Perppu Ormas) tidak mendesak. Karena kemarin mayoritas fraksi ada PKB juga sangat keras isinya walaupun di ujung setuju asal direvisi, ada juga PPP dan Demokrat. Dan 3 fraksi (PKS, Gerindra, PAN) jelas-jelas menolak,” tukasnya.

Terkait dengan persolan Ormas yang ingin ditertibkan oleh pemerintah pusat, Yandri menganggap negara tidak perlu fokus pada Perppu Ormasnya, melainkan melakukan perbaikan pada Undang-undang yang sudah ada.

“Tapi kalau dari fraksi PAN, dari pada Perppu Ormas disetujui, lebih baik melakukan revisi pada UU Nomor 17 tahun 2013,” ujarnya

Lebih lanjut, jika memang dalam proses sidang paripurna Perppu Ormas tersebut birokrasi berjalan buntu dan tetap tiga partai menolak Perppu Ormas disahkan menjadi Undang-undang, Yandri menegaskan jika pihaknya sangat siap dengan skenario politik semacam itu.

“Tapi kalau di paripurna nanti tidak bisa dibendung, maka fraksi PAN dan yang lainnya akan mendesak agar dilakukan revisi segera, karena sungguh Perppu Ormas itu sama sekali tidak dibutuhkan.
Di Perppu Ormas ada penjara seumur hidup, menghilangkan klausa persidangan, kami rasa ini kurang pas ya di sistem demokrasi di negara kita,” tukasnya.

“Kalau tidak ada kata sepakat, tentu akan voting. Fraksi PAN juga siap kalau dilakukan voting,” tambah Yandri.

Yandri menegaskan jika partainya tetap berjuang keras agar Perppu Ormas tersebut ditolak, dan tidak dijadikan produk Undang-undang baru.

“Kita tentu akan berjuang agar Perppu Ormas ini ditolak ya. Fraksi PAN tidak akan bergeser sedikit pun sikap politiknya, tetap akan menolak dengan berbagai argumentasi,” pungkasnya.

Saat ditanya apakah fraksinya akan keluar ruangan alias walkout, ketika kesepakatan tidak tercapai. Yandri enggan menduga-duganya.

“Lihat saja nanti,” tutupnya. (dvd/ibn)