KSPI Ancam Menginap di Depan Istana Jika Jokowi Tak Terima Ade Kenzo Besok

"Kalaulah Presiden Joko Widodo tidak berkenan atau tidak ada waktu besok, maka Ade (Kenzo) akan berhari-hari di depan Istana, menunggu sampai pintu istana dibuka," ujar Iqbal.

BERBAGI
ade kenzo
Ade Kenzo bersama dengan Presiden KSPI Said Iqbal saat konferensi pers di LBH Jakarta.

Redaksikota – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan bahwa persoalan kesehatan di Indonesia saat ini masih banyak catatan kelam. Berbagai polemik tentang layanan kesehatan masyarakat juga belum mampu dientaskan oleh pemerintah.

“Persoalan kesehatan belum berhasil diatasi, Ade Kenzo akan menyampaikan itu. Maka kami berharap besok bisa diterima oleh Presiden Jokowi,” kata Iqbal usai gelar konferensi pers di LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017).

Bahkan jika agenda besok Presiden Joko Widodo tidak membuka pintu untuk Ade Kenzo dan elemen buruh lainnya, Iqbal yang juga menjabat sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) tersebut mengatakan jika Ade Kenzo dan elemen buruh akan menginap di depan Istana Merdeka.

“Kalaulah Presiden Joko Widodo tidak berkenan atau tidak ada waktu besok, maka Ade (Kenzo) akan berhari-hari di depan Istana, menunggu sampai pintu istana dibuka,” ujar Iqbal.

Iqbal menekankan bahwa pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ade Kenzo merupakan situasi yang sangat penting. Apalagi perjuangan Ade Kenzo yang melakukan long march dari Surabaya sampai Jakarta juga tidak main-main.

Tidak hanya sekedar berjalan kaki, melainkan berinteraksi dengan masyakarat-masyarakat dimana dirinya melintas. Sembari mengumpulkan bukti dan informasi dari masyarakat sekitar khususnya dalam sektor pelayanan kesehatan masyarakat selama ini.

“Ade Kenzo adalah buruh kecil, orang yang tidak punya apa-apa, tapi Ade adalah peduli dengan persoalan-persoalan kesehatan. Tiga tahun ini yang menurut survei salah satu kinerja terbaik dari pada Presiden Joko Widodo adalah kepuasan masyarakat atas prestasi kinerjanya,” pungkasnya.

Namun demikian, menurut Iqbal justru fakta di lapangan bisa melenceng dari hasil survei tersebut. Yakni persoalan sektor jaminan kesehatan nasional yang masih dianggap buruk.

“Tapi faktanya di lapangan, banyak orang yang mempersoalkan layanan jaminan kesehatan,” tandasnya.