Gema Indonesia: Konflik Rohingya Rentan Jadi Komoditas Politik di Indonesia

BERBAGI

Redaksikota – Maraknya aksi solidaritas untuk Rohingya yang dilakukan oleh beberapa kelompok, justru dikhawatirkan rentan akan ditunggangi oleh kepentingan politik, sehingga bisa mengganggu stabilitas nasional.

Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Indonesia (GEMA Indonesia), Yusuf Aryadi meminta kepada berbagai kalangan agar tidak menyeret konflik etnik Rohingya di Myanmar untuk komoditas politik di tanah air.

“Saya harap jangan kaitkan konflik di Rohingya dengan kondisi di Indonesia untuk kepentingan politik sesaat, karena hal ini dapat mengganggu stabilitas nasional negara kita,” ungkap Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Apalagi, lanjut Yusuf, apa yang sedang terjadi di Rakhine State, Myanmar, itu merupakan multikonflik yang artinya belum tentu merupakan konflik agama saja. Yusuf menilai justru konflik Rohingya lebih ke konflik etnis, sosial, bahkan ekonomi, dan politik.

“Ini bukan konflik agama, tapi ini konflik yang sudah terjadi lama di sana,” tuturnya.

Untuk itu, dia meminta bangsa Indonesia untuk bersatu agar tidak dipengaruhi oleh berita-berita yang tidak benar dari media sosial.

“Lebih baik kita bersatu demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia, dari pada aksi secara terus menerus. Aksi solidaritas boleh tapi harus waspada dari penyusup yang ingin memanfaatkan keadaan,” ujurnya.

Lanjut yusuf yang juga Mahasiswa Uhamka ini mengajak agar kita membuat aksi nyata dengan mengumpulkan dana, obat-obatan dan pakian dari pada aksi tapi ditunggangi.

“Lebih baik kita melakukan aksi nyata dan kongkrit dengan mengumpulkan dana, obat-obatan dan pakian dari pada aksi tapi banyak ditunggangi,” tutupnya.