Asma Dewi, Koordinator Tamasya Al Maidah Ditahan Polisi

BERBAGI

Redaksikota – Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul membenarkan jika salah satu koordinator Gerakan Tamasya Al Maidah ditahan oleh kepolisian, terkait dengan dugaan kasus ujaran kebencian dan SARA.

Dia adalah Asma Dewi, nama tersebut sangat populer saat gerakan umat Islam menggelar aksi Tamasya Al Maidah, dimana saat itu pasukannya ditugaskan untuk melakukan pengawalan proses pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta.

Menurut Martinus, ada dugaan jika Asma Dewi adalah salah satu sindikat Saracen yang saat ini memang sedang diupakan dibongkar oleh aparat kepolisian itu.

“Apakah terkait dengan Saracen, masih didalami,” kata Martinus kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/9/2017).

Dalam postingan di laman Facebook pada 1 September 2017, Asma juga dilaporkan pernah membahas ihwal Saracen dan Muslim Cyber Army. Polisi juga dikatakan masih menelusuri apakah ada kaitan Asma sebagai bendahara Gerakan Tamasya Al-Maidah dengan sindikat Saracen.

Polri bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dilaporkan juga menelusuri transaksi keuangan Saracen. Ada 14 rekening Saracen yang diserahkan Polri ke PPATK.

Sebelumnya, polisi menyatakan terus menelusuri aliran dana pada rekening milik kelompok penyebar berita bohong dan ujar­an kebencian bermuatan SARA tersebut selama empat tahun terakhir.

“Saracen masih dalam pene­lusuran. Untuk rekening yang diduga berkaitan dengan Saracen, kami teliti tiga hingga empat tahun ke belakang,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto di Hotel Sultan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, polisi yang berkolaborasi dengan PPATK kini memantau segala aktivitas transaksi yang terekam dalam rekening tersebut.

“Kami lihat apa yang terjadi dengan rekening tersebut. Apakah ada transaksi atau hal lainnya yang salah. Ini kami masih pantau dan tunggu PPATK,” kata Rikwanto.

Perlu diketahui, bahwa Asma Dewi ditangkap oleh polisi berdasarkan surat perintah penangkapan yang diterbitkan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) dengan Nomor SP.Han/31/IX/2017Dittipidsiber.

Dalam surat tersebut, dasar penangkapan terhadap Asma Dewi adalah penyebaran ujaran kebencian dan permusuhan terhadap individu atau kelompok, dengan muatan SARA.

Asma Dewi sendiri adalah warga Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang merupakan wanita asal Banda Aceh. Dan nama Asma Dewi pun juga rajin sekali muncul dalam flayer Tamasya Al Maidah yang menampilkan wajah Eks Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo.