BRN Nilai Kematian Bayi Debora Jadi Catatan Buruk Pelayanan Kesehatan di Indonesia

BERBAGI
Bayi Debora

JAKARTA, Redaksikota – Sekretaris Jenderal Badan Relawan Nusantara, Ady Eka menyayangkan kelakuan pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat, yang menelantarkan fasilitas kesehatan bagi bayi Tiara Debora Simanjorang hingga meregang nyawa.

“Debora adalah salah satu pasien Rumah Sakit yang kehilangan masa depannya terkait kekurangan biaya dan regulasi rumah sakit yang menomor satukan uang. Padahal, orang tua Debora telah memiliki BPJS. Namun, pihak Rumah Sakit tidak menerima dan melayani BPJS,” kata Ady dalam keterangan persnya yang diterima Redaksikota, Senin (11/9/2017).

Menurutnya, Rumah Sakit tidak boleh mengedepankan kepentingan pribadi ketika sedang dihadapkan dengan persoalan serius, termasuk menyangkut penyakit dan nyawa orang.

“Karena rumah sakit sebagai tempat rakyat mendapatkan pengobatan, sejatinya dibangun atas landasan kemanusiaan yang adil dan beradab,” pungkasnya.

Melihat fenomena kasus bayi Debora tersebut, Ady pun menegaskan bahwa saat ini kontrol terhadap pemerintah harus kembali dipertanyakan, khususnya dalam melindungi hak seluruh rakyatnya untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

Diterangkan oleh Ady, bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang terlibat dalam perjanjian GATS dinaungi oleh WTO (lembaga PBB internasional). Dalam perjanjian gats, ada 12 sektor ruang lingkup perdagangan jasa. salah satunya adalah kesehatan dan sosial. Inilah akar dari terkapitalisasinya kesehatan rakyat yang bergeser menjadi komoditas barang dagangan, ada uang ada barang, uang besar jaminan mutu.

Untuk itu, Ady pun menyatakan bahwa Badan Relawan Nusantara menyatakan menentang keras segala bentuk kebijakan yang diambil oleh pemerintah, yang hanya memiliki tujuan komersil dan profit oriented belaka.

“Menolak segala kebijakan pro kaum pemodal yang berorientasi profit saja,” tegasnya.

Selain itu, Ady juga mendesak kepada pemerintah, bahwa rumah sakit yang memberlakukan tindakan semacam itu seperti yang dilakukan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres tersebut harus dicabut izin operasionalnya, sebagai bentuk efek jera dan pelajaran bagi Rumah Sakit di seluruh Indonesia.

“Segera Cabut izin beroperasi rumah sakit yang anti rakyat miskin,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ady juga mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk memperbaiki dan menjalankan jaminan kesehatan secara gratis kepada rakyat Indonesia, dengan cara yang adil.

“Laksanakan Gratis jaminan kesehatan di seluruh indonesia yang adil dan beradab,” tukasnya.