Mantan Ketua KY: MA Paham Kredibilitas Tiap Hakim

"MA perlu melakukan tindakan radikal dengan tidak memberi perkara terhadap hakim-hakim yang tidak berintegritas. MA sangat tahu kredebelitas setiap hakim," kata mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki.

BERBAGI

Redaksikota – Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Suparman Marzuki mengatakan bahwa dirinya sangat geram dengan adanya operasi tangkap tangan (OTT) hakim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mengatakan bahwa Mahkamah Agung (MA) sangat paham betul hakim-hakim yang tidak memiliki integritas kerja yang baik. Maka dari itu, Suparman pun menyarankan agar MA tak memberikan job kepada hakim yang tidak kredible tersebut.

“MA perlu melakukan tindakan radikal dengan tidak memberi perkara terhadap hakim-hakim yang tidak berintegritas. MA sangat tahu kredebelitas setiap hakim,” kata Suparman Marzuki kepada wartawan, Kamis (7/9/2017).

Tindakan radikal lainnya yaitu memberikan kewenangan KY memberikan pengawasan lebih luas. Selama ini, rekomendasi sanksi hakim oleh KY acapkali diabaikan MA. Selain itu, perlu pula dilibatkan Ombudsman mengawasi perilaku PNS pengadilan.

“Berikan KY kewenangan menjatuhkan sanksi, jangan lagi lewat MA. Pemerintah dg menggandeng Ombudsman mengaudit administrasi den perkara. Coba lakukan audit investigatif, pasti ketemu masalah yang patut diduga sebagai rangkaian permainan perkara,” cetus Suparman.

Dalam catatan KY, pada tahun 2016 saja ada 28 orang aparat pengadilan yang terkena OTT KPK. Yang terdiri dari hakim, panitera dan pegawai lainnya, yang terkena OTT KPK.

“Itu membuktikan suap menyuap di pengadilan yang melibatkan hakim, panitera dan pihak-pihak yang sedagn berperkara masih menggurita. Negeri ini benar-benar mengerikan. Dikepung para pengkhianat bangsa, yang pernah mengangkat sumpah untuk kekuasaan yang mereka genggam, tapi mereka rampas sendiri,” pungkas Suparman.

Hakim di Bengkulu Diciduk KPK
Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk tiga orang pegawai Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu dalam operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (7/9/2017) malam tadi. Mereka selanjutnya dibawa ke Mapolda Bengkulu.

Ketiga orang yang ditangkap tersebut adalah Hendra Kurniawan selaku Panitera Pengganti Pengadilan Negeri dan Tipikor Kelas IA Bengkulu, Dahniar sebagai pensiunan Panitera Pengganti PN Bengkulu, serta seorang Hakim Karier di PN Bengkulu bernama Suryana.

“Benar ada OTT KPK tadi malam di Bengkulu, yang dipanggil dan dibawa ke Polda Bengkulu adalah pegawai PN Bengkulu,” kata Humas PN Bengkulu, Jonner Manik kepada awak media, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya ketiga orang tersebut kini sedang dimintai keterangan oleh KPK di Direktorat Reserse Kriminal Polda Bengkulu.

“Itulah yang sedang diminta keterangan oleh KPK di Polda Bengkulu,” ujar Jonner.

Jonner mengaku tidak mengetahui permasalahan apa yang membuat ketiga pegawai itu berurusan dengan KPK.

“Harap bersabar, kami tidak mau mendahului KPK,” sampai Jonner.

Sebagaimana diketahui, tiga pegawai PN Bengkulu ditangkap KPK pada Rabu 6 September 2017 sekira pukul 23.01 WIB. Tidak hanya tiga pegawai PN, dua warga sipil yang diketahui anak dari salah satu panitera ikut diamankan KPK dalam OTT tersebut.