Wahid Foundation Desak Pemerintah Myanmar Hentikan Kasus Sosial Rakyat Etnis Rohingya

BERBAGI
Yenny Wahid
Direktur The Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid).

Redaksikota – Konflik kemanusiaan yang dialami oleh rakyat etnis Rohingya di Rakhine State saat ini sedang menjadi sorotan dunia internasional. Betapa tidak, berbagai desakan agar pemerintah Myanmar menghentikan aksi kekerasan militernya kepada warga Rohingya semakin senter.

Salah satunya juga dilakukan oleh Wahid Foundation. Organisasi yang dipimpin oleh Yenny Wahid ini juga mendesak kepada pemerintah Myanmar untuk menghentikan aksi kekerasan dan kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat Rohingya itu.

“Wahid Foundation meminta Pemerintah Mynmar untuk segera menghentikan serangan militer terhadap komunitas Rohingya dan segera mengakuinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan Myanmar, serta memberikan hak kewarganegaraan bagaimana kelompok lain tanpa membedakan latar belakang kesukuan dan keagamaan,” tuntut Wahid Foundation dalam rilis resminya.

Mereka juga mengatakan bahwa sudah beberapa kali pihaknya bertemu dengan pemangku kebijakan di negara Myanmar. Dan dari hasil pertemuannya dengan delegasi Myanmar itu, Wahid Foundation menegaskan bahwa pihaknya selalu menyampaikan pesan kepada pemerintah Myanmar terkait dengan upaya penghentian aksi kekerasan tersebut.

“Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, kami secara explicit selalu mendesak agar pemerintah Myanmar segera mengakhiri masalah diskriminasi maupun prosekusi yang menimpa kelompok Rohingnya,” tegasnya.

Dan terkait upaya diplomasi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Myanmar untuk menyikapi konflik tersebut, Wahid Foundation pun mengaku sangat mengapresiasi pemerintahan Jokowi-JK.

“Wahid Foundation mengapresiasi langkah pemerintah, terutama respons cepat Presiden Joko Widodo dalam mengawal penyelesaian konflik Rohingya,” pungkas Wahid Foundation.

Bahkan dengan diterimanya Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi oleh pemerintah Myanmar menunjukkan bahwa kedua negara tersebut memiliki hubungan diplomasi yang sangat kuat.

“Penerimaan menlu Retno sebagai menlu pertama yang ditemui oleh pemerintah Myanmar menunjukkan, posisi strategis yang dimainkan Indonesia dalam ikut menyelesaikan kasus Rohingnya,” nilainya.

Pun demikian, Wahid Foundation juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, untuk tidak terjebak dalam situasi konflik sosial itu. Sehingga bisa lebih jernih dan bijak dalam mengambil sikap.

“Wahid Foundation mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak terjebak dalam melihat konflik Rohingya sebagai konflik antara agama Islam dan Budha, apalagi sampai berujung pada sikap memusuhi komunitas atau penganut agama tertentu sebagai respon atas kejadian di Rohingya,” tukasnya.

Namun untuk menyelesaikan persoalan konflik sosial ini, Wahid Foundation pun menyerukan kepada seluruh stakeholder untuk bersatu padu, yakni mencarikan solusi terbaik.

“Wahid Foundation meminta semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat sipil untuk bahu-membahu menyatukan langkah guna mencari penyelesaian subtantif masalah Rohingnya,” tutupnya.