Jokowi Perintahkan Kapolri “Sikat Habis” Sindikat Saracen

BERBAGI

Redaksikota – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya sudah memerintahkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), untuk menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam kasus sindikat Saracen.

“Tadi saya sudah perintahkan Polri harus tegas, kalau ada bukti dan fakta hukum, jangan ragu untuk ditangkap, kalau gak tegas, diremehkan nanti kita,” kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Organisasi Kemasyarakatan Projo di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/9/2017) malam.

Presiden Jokowi yang dalam acara itu didampingi Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, bahwa persatuan dan persaudaraan harus dijaga.

“Saracen harus dilawan karena memecah belah, itu sangat berbahaya, gunakan medsos untuk hal positif,” kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan jika masih ada warga yang anti Pancasila dan anti NKRI, maka mereka harus diluruskan.

“Jangan sampai antarbangsa sendiri berantem gara-gara adu domba di medsos, jangan sampai terpancing. Sampaikan optimisme di medsos,” kata Presiden Jokowi.

Ia kembali mengingatkan Indonesia merupakan negara besar dengan 250 juta lebih penduduk.

“Ada 17.000 pulau, 34 provinsi, ribuan suku bangsa dan bahasa. Yang hidup di negara kita bermacam-macam, kita semua adalah saudara,” kata Jokowi yang juga merupakan Pembina Projo.

Hingga kini, polisi meneliti data sebesar puluhan gigabyte yang diambil dari “harddisk” dan “flashdisk” milik tersangka pengelola grup Saracen, kelompok yang memproduksi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook.

Selain itu, penyidik juga masih menelusuri berbagai transaksi keuangan yang pernah dilakukan Saracen, termasuk dugaan adanya pihak-pihak yang menggunakan jasa tersangka.

“Ada beberapa rekening yang masih dianalisis agar bisa diketahui aliran dananya, berapa jumlah dananya, apa ada pemesanan berita menyesatkan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Sebelumnya Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus tiga tersangka pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen. Tiga tersangka yang ditangkap adalah Jasriadi, Sri Rahayu, Faisal Tanong. Faisal ditangkap di Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli 2017. Sri Rahayu ditangkap di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus dan Jasriadi di Pekanbaru, 7 Agustus.

Kepala Subdirektorat 1 Tindak Pidana Siber Bareskrim Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan Grup Saracen membuat sejumlah akun Facebook di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom. Jumlah pengikut yang tergabung dalam beberapa grup Saracen tersebut berjumlah sekitar 800 ribu akun.

Menurut Irwan, sejumlah akun Saracen ini selalu menyebarkan konten berisi ujaran kebencian yang bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan. Saracen. telah dikelola oleh kelompok ini sejak November 2015.