Habib Rizieq Geram Presidium Alumni 212 Offside

BERBAGI
Habib Rizieq

Redaksikota – Kuasa hukum Habib Muhammad Rizieq bin Shihab, SUgito Atmo Prawiro menyampaikan bahwa kliennya sangat kecewa dengan sikap Presidium Alumni 212 yang menyatakan dukungannya atas persoalan hukum Hary Tanoesoedibjo.

“Jadi begini, Habib itu kecewa terhadap Presidium Alumni 212. Sebenarnya dari poin yang ada sudah bagus. Tapi tiba-tiba di poin terakhir, poin empat yaitu membela Hary Tanoe atas tindakan kesewenang-wenangan pemerintah dari kejaksaan dan kepolisian,” kata Sugito dikutip dari detikcom, Selasa (18/7/2017).

Bahkan ia mengatakan jika kekecewaan tersebut langsung disampaikan Habib Rizieq kepada Presidium Alumni 212. Menurut Sugitu, apa yang diperjuangkan oleh Presidium Alumni 212 tersebut sudah tidak murni lagi ketika sudah memasukkan poin pembelaan terhadap bos MNC Group itu, karena menurutnya, kasus Hary Tanoe sudah memiliki unsur politiknya.

“Nah, ini bagi Habib jadi tidak murni. Karena Hary Tanoe tidak berdiri sendiri, persoalan hukumnya juga sangat politis,” tukasnya.

Diketahui, Presidium Alumni 212 yang dinahkodai oleh Ansufri Idrus Sambo dan Hasri Harahap tersebut telah melakukan aksi long march dari Masjid Sunda Kelapa ke Gedung Komnas Hak Asasi Manusia.

Dalam aksinya itu, memang beberapa poin utama mereka masuk termasuk penolakan terhadap kriminalisasi beberapa tokoh, ulama dan aktivis Islam. Namun ternyata ada dua tambahan agenda yakni menolak Perppu Ormas dan menolak kriminalisasi terhadap Hary Tanoesoedibjo.

“Dari awal langkah Presidium Alumni 212 itu melawan ketidakadilan dan kedzaliman yang dilakukan Rezim Penguasa terhadap rakyatnya, mulai dari ulama, aktivis, tokoh politik, ormas-ormas. Hari Tanoe adalah korban kriminalisasi juga, korban ketidakadilan dan kezaliman penguasa juga,” kata Ansufri di Komnas HAM, Jumat (14/7/2017).

Selain itu, Ansufri juga menegaskan bahwa membela orang kafir menurut mereka adalah kewajiban ketika memang sudah termasuk dalam kategori didzholimi.

“Nggak ada hubungan yang namanya ‘ini kan ustadz bela kafir.’ Saya bilang ‘kita bukan bela orang kafirnya, siapapun orang kafir didzalimi ya kita harus bela. Kita tidak milah orang. iapapun yang didzalimi penguasa karena kekhalahan Ahok atau balas dendam politik, ya kita bikin aduan,” tegas Sambo.