Kiyai Maruf Tegaskan Sebarkan Ajaran Islam bukan dengan Paksaan Apalagi Teror

BERBAGI
Kiyai Maruf Amin
Kiyai Maruf Amin usai berfoto bersama dengan pengurus DPP Al Irsyad Al Islamiyah dan Menteri Lukman Hakim Saifuddin. [foto : Redaksikota.com]

Redaksikota – Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin mengajak kepada umat Islam untuk sama-sama menjaga persaudara antar sesama umat Islam maupun antar sesama bangsa Indonesia sekalipun berbeda agama.

Bagi Kiyai Maruf Amin, ketika Umat Islam saling menjaga antar sesama, maka ukuwah insaniyyah akan gerjalin dengan baik di Negara Indonesia.

“Kita juga harus menjaga agama lain, jangan nodai agama lain karena kita juga tidak mau agama kita dinodai,” kata Kiyai Maruf di tengah-tengah acara Halal bi Halal dengan DPP Al Irsyad Al Islamiyyah di Jakarta Pusat, Kamis (13/7).

Selain itu, Kiyai Maruf juga menyampaikan bahwa perbedaan dalam bersyariat beragama itu wajar saja. Bahkan setiap golongan harus bisa saling menghormati perbedaan itu.

“Kalau di MUI ada perbedan, ya kalau ada perbedaan ya kita hormati, tapi kalau ada penyimpangan ya kita harus luruskan. Tidak boleh ada fanatik selama masih dalam masalah perbedaan,” tukasnya.

Bahkan Kiyai Maruf pun menyinggung soal antara perbedaan dan penyimpangan dengan menarik contoh ormas Ahmadiyyah. Menurutnya, ormas Ahmadiyyah bukan soal perbedaan melainkan penyimpangan.

“Kalau maslaah Ahmadiyyah ya itu bukan ikhtilafah tapi itu penyimpangan karena persoalan Nabi Muhammad sebagai nabi Akhiruzzaman,” tukasnya lagi.

Lebih lanjut, Kiyai Maruf juga menegaskan bahwa umat Islam harus tetap menjaga gerakannya dalam berdakwah. Baginya, Islam tetap harus disebarkan dengan cara yang santun dan bijaksana.

“Gerakan kita harus dijaga dari gerakan berlebihan istilah sekarang radikal, gerakan yang bisa menimbulkan kegaduhan-kegaduhan. Kita harus lakukan gerakan dengan Santun dan Sukarela,” pungkasnya.