Mixilmina Munir Minta Pemerintah Serius “Sikat” Laten HTI

BERBAGI

Redaksikota – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Banteng Muda Indonesia (BMI), Mixilmina Munir menyampaikan bahwa ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) targetnya adalah perebutan kekuasaan.

Namun sayangnya, ormas yang berasal dari Palestina tersebut menggunakan cara-cara yang tidak baik, yakni merobohkan sendi dan dasar negara Indonesia yang kemudian merubah ideologi Pancasila menjadi Khilafah.

“HTI adalah organisasi politik, tujuan akhir merebut kekuasaan. Dan dalam prakteknya, HTI merubah idiologi rakyat Indonesia lebih radikal,” kata Mixil dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/7/2017).

Jika sampai misi politik HTI ini dibiarkan tumbuh dan merubah kekuasaan politik demokratis menjadi khilafah, seperti yang tengah diperjuangkan mereka, maka nilai-nilai dan kekayaan kultur Indonesia akan lenyap.

“Kita lihat 10 tahun ke depan, Indonesia tidak ada lagi┬áHari Natal, tidak ada lagi hari Imlek, tidak ada lagi Hari Waisak. Karena mereka akan merubah bangsa ini menjadi Khilafah Islamiyyah,” tukasnya.

Lebih lanjut, eks aktivis 98 ini pun menyatakan bangsa Indonesia harus menagih keseriusan janji politik pemerintah pusat, termasuk kepada Menkopolhukam Wiranto untuk benar-benar membubarkan ormas HTI di Indonesia.

“Kita saat ini harus menagih janji kepada pemerintah dan pak Wiranto, karena masih ada kegiatan kampanye politik ke seluruh masyarakat yang ada di Indonesia (yakni) bubarkan aktivitas HTI, karena kegiatan itu akan membubarkan Pancasila,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mixil juga menegaskan bahwa upaya pembubaran ormas HTI dan seluruh laten mereka dari Indonesia bukan persoalan negara anti terhadap khilafah, bahkan lebih dar itu yakni menjaga agar Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia tetap tegak dan tak tergantikan oleh faham atau ideologi apapun.

“Perjuangan ini bukan masalah memubarkan HTI, ini sudah selasai yaitu masalah (mempertahankan) ideologi bangsa,” tutupnya.