Garda Melanesia Minta RUU Anti Terorisme Dipercepat

BERBAGI

Redaksikota – Pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi telah menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim (Poin Pertama Nawacita).

Sekjen Garda Melanesia Thomas Malak menyebut adanya usulan Pemerintah untuk membahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme (atau UU Antiterorisme) adalah bentuk komitmen kebangsaan nya Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla.

“Revisi UU Anti Terorisme itu sangat diperlukan karena UU Terorisme yang ada saat ini dibuat agar mempermudah dan mempercepat (penanganan seperti) kasus bom Bali,” tegas Thomas, hari ini.

IMG-20170618-WA0004 Garda Melanesia Desak DPR Selesaikan RUU TerorismeLebih lanjut, Thomas mengatakan proses pemerintah bersama panitia khusus RUU Terorisme tengah proses untuk membahas revisi UU No.15 Tahun 2003. Namun sepertinya masih ada hambatan dalam proses pembahasan revisi UU Terorisme itu. Maka itu, pihaknya mendesak Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera menyelesaikan revisi UU Terorisme itu.

“Kami minta anggota DPR jangan menghambat RUU Terorisme,” tuturnya.

Selain itu, dia mengingatkan wakil rakyat agar jangan membawa kepentingan pribadi dan politik pesanan masuk ke ruang publik yang nanti nya menghambat proses revisi UU Terorisme tersebut. Pihaknya sangat mengapresiasi niatan baik Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Jokowi.

“Ini artinya komitmen politik nya jalan, yaitu poin pertama Nawacita berjalan, maka harus kita dukung niatan baik ini. Mari kita kawal Presiden Jokowi,” tukasnya.