Penangkapan Terduga Teroris oleh Densus 88 di Cilegon

BERBAGI

CILEGON, Redaksikota – Penangkapan terduga jaringan teroris asal Indonesia yang memiliki hubungan internasional telah diamankan oleh Densus 88 Antiteror di daerah Kota Cilegon, Banten. Hal tersebut menambah rentetan terduga jaringan teroris di Propinsi Banten.

Pengamanan yang berlangsung hanya beberapa menit saja, diketahui di Lingkungan Kubang Lesung, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Rabu, (7/6/2017). Hal itu dibenarkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kapolda mengatakan, selain di Kota Cilegon, penangkapan juga dilakukan pada dua lokasi berbeda di Kota Serang.

“Hari ini kita dikabari ada beberapa penangkapan terduga teroris. Namun belum diketahui berkaitan dengan kasus yang mana,” kata Kapolda Banten, Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo usai Rapat Koordinasi Persiapan Operasi Kalimaya Ramadhaniya 2017, di Mapolda Banten.

Berdasarkan rilis yang diterima Redaksikota.com, sekitar pukul 11.45 WIB, satu orang Daftar Pencarian Orang (DPO) perampokan toko emas ‘KENDAL’ Padalarang Kabupaten Bandung, Jawa Barat atas nama M. Khoeron Alias Sulis “Kendal” (35), diamankan beberapa menit oleh Team Densus 88 Mabes Polri, pimpinan Kombes Ibnu.

DPO tersebut diduga merupakan jaringan kelompok Jama’ah Ansharut Daulah (JAD) yang diketahui masih memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris Internasional ISIS.

DPO yang diduga disembunyikan oleh terduga jaringan terror Banten, ditangkap ditempat persembunyiannya di Lio Bata (pabrik pembuatan bata) di Lingkungan Kating Rt 01/01, Kampung Kubang Lesung, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Bersamaan dengan penangkapan tersebut, Densus 88 juga mengamankan Drs. Kholili (50), seorang PNS Guru yang berperan sebagai penyandang dana serta logistik dalam setiap kegiatan JAD Banten.

Kholili yang diduga memiliki rumah yang sedang dibangun tempat Sulis bersembunyi hamper 6 minggu di Kota Cilegon, diketahui merupakan seorang guru dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di salah satu sekolah di Kota Serang.

Holili dan istrinya diamankan di salah satu mall di daerah Benggala, Kota Serang. “Bener guru di SMP 15, ngajar IPS,” ucap salah satu orangtua murid yang anaknya bersekolah di SMPN 15 Kota Serang.

Rangkaian penangkapan tersebut, tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, juga mengamankan Syafrizon alias Encon, yang diduga merupakan komandan Asykari JAD Banten di Kampung Kebaharan Masjid Lor, Rt 04 Rw 03, Kelurahan Lopang, Kota Serang.

Syafrizon alias Encon, berperan sebagai perekrut sekaligus pelatih daripada Mochammad Gufron dan Muhammad Firdaus Jaelani yang saat ini diduga berada di Filipina dan menjadi DPO oleh Kepolisian Filipina.

Dikonfirmasi mengenai adanya keterlibatan oknum pendidik di Kota Serang, Kepala Seksi (Kasi) Sarpras SMP pada Dindikbud Kota Serang, Rahmat mengatakan bahwa Holili betul merupakan tenaga pengajar di SMPN 15 Kota Serang.

“Saat ini kita masih cari informasi terkait kebenarannya dan akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Apabila keterlibatannya dalam jaringan teroris ini benar, statusnya sebagai PNS akan dicabut dan terduga akan dikeluarkan dari sekolah tempatnya mengajar saat ini,” terangnya.

Densus 88 masih melakukan pengembangan terhadap anggota kelompok JAD lainnya yang berhasil diamankan, diantaranya, Endang Mulyono (51), warga Komplek BPP Blok B 5 No 13 Kramatwatu Serang, dan Alfin (40), warga Taman Angsoka, Kecamatan Kasemen, Kota Serang dan hingga saat ini, tengah berlangsung proses identifikasi oleh team Densus 88 AT Mabes Polri.

Terpisah, Kapolres Cilegon, AKBP R. Romdhon Natakusumah, membenarkan bahwa di wilayah hukum Cilegon, telah diamankan terduga jaringan teroris. “Kita mendengar kabar adanya terduga jaringan teroris di Kota CIlegon,” ujarnya singkat.

Dikatakan sumber di TKP, Sobirin warga sekitar tempat penangkapan Sulis, mengatakan benar ada penangkapan. “Ya pak, Cuma sebentar aja, ada petugas datang, lalu bawa orange, jadi di sinipun tidak ada yang tau” Ujarnya.

Menurut sumber di lapangan, M.Khoeron Alias Sulis Kendal ditangkap setelah tinggal beberapa waktu di rumah milik Bapak Holili, yang merupakan guru di Kota Serang.

Menurut Pengamat Teroris
Dihubungi via telpon, Pengamat gerakan radikal Raden Aji mengatakan, penangkapan jaringan teroris di Banten dapat dikatakan merupakan jaringan teroris internasional. Pada prinsipnya, teroris akan saling mendukung terhadap sesama keyakinannya.

Tertangkapnya salah seorang terduga sebagai guru, merupakan salah satu contoh bahwa pentingnya penanaman nilai-nilai keyakinan melalui pendidikan. “Ini yang dilakukan oleh jaringan radikal” ujarnya singkat.

Gerakan radikal sudah ada dari zaman dahulu kala, hal ini terbentuk karena adanya ketidakpuasan seseorang, ataupun kelompok yang merasa tidak diakomodir keinginannya, sehingga membentuk kelompok baru untuk menyebarkan keyakinannya serta mengajak sebanyak-banyaknya pendukung/simpatisan.

Penanganan gerakan radikal yang tentu mengancam ideology NKRI merupakan ancaman dari dalam negeri maupun dari luar negeri, sehingga seharusnya segala unsur pemerintah dan masyarakat meninggalkan ego sentrisnya untuk serius dalam menyelesaikan persoalan gerakan radikal apapun yang ingin mengganti ideology Pancasila dengan ideology lain seperti khilafah, komunis, liberal, sosialis, maupun ideology-ideologi lain.

“Yang tidak setuju dengan Pancasila di NKRI, berarti mengancam keutuhan NKRI” ujarnya. (jiwa).