Harapan Besar Tukang Ojek ke AM Hendropriyono Pasca Teror Bom Kampung Melayu

BERBAGI
Sigit, tukang ojek Kampung Melayu usai berbincang dengan pengurus PKPI.

Redaksikota – Peristiwa bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada hari Rabu (24/5/2017) malam membangkitkan kegeraman masyarakat.

Bahkan aksi teror bom tersebut telah mengusik ketenangan dan kenyamanan masyarakat sekitar, yang umumnya sedang mengais rejeki di terminal legendaris itu.

Satu diantaranya adalah Sigit (64), lelaki sederhana yang sehari-hari mencari nafkah sebagai tukang ojek di kawasan Kampung Melayu.

Seperti ada panggilan dalam dirinya, Sigit spontan menghentikan sepedamotor dan sengaja mendekat ketika melintasi massa kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang sedang menggelar aksi unjuk rasa melawan teror di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu sore (28/5).

“Baru PKPI yang bikin acara seperti ini. Memang sudah seharusnya teror kita lawan,” gumam Sigit.

Rawut wajah Sigit menunjukkan antusiasnya sebagai rakyat, menyaksikan serangkaian aksi kader PKPI yang peduli dengan warga dan polisi korban bom bunuh diri. Terutama terhadap seruan PKPI kepada seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan teror.

Sesaat ketika massa kader PKPI menggelorakan lagu “Kami Tidak Takut” dan menyebut nama AM Hendropriyono sebagai Ketua Umum PKPI sekaligus pencipta lagu tersebut, tiba-tiba Sigit bereaksi, “Saya kenal Pak Hendropriyono.”

Ingatannya seolah kembali ke sosok Hendropriyono yang ia kenal sejak dulu, ketika sama-sama berlatih beladiri Jujitsu di Jalan Kotabaru, Roxy, Jakarta Pusat.

“Waktu itu Pak Hendro masih taruna,” kenang Sigit.

Sigit berharap teror bom tidak terjadi lagi di negeri ini. Ia menaruh harapan besar kepada PKPI di bawah kepemimpinan Ketua Umum AM Hendropriyono untuk dapat mengatasi persoalan bangsa yang krusial, terutama mencegah aksi teror demi kedamaian dan ketenangan hidup masyarakat.

Sebelum berpisah, Sigit mewanti-wanti kepada wartawan, “Jangan bilang-bilang Pak Hendro ya, kalau saya tukang ojek,” ujarnya, berusaha menyembunyikan simpati tulus kepada PKPI dan Ketua Umum-nya, AM Hendropriyono.