Tuntut Cabut PP 78, Ribuan Buruh Satroni Istana

BERBAGI
Sekjen FSPMI, Riden Hatam Aziz.

Redaksikota – Ribuan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hari ini menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka. Dalam kegiatan tersebut, salah satu agenda utama mereka adalah desakan kepada Presiden Joko Widodo untuk mencabut PP 78 tahun 2015.

“Kami melakukan aksi untuk meminta tuntutan kepada Presiden Jokowi pertama cabut PP 78,” kata Sekjen FSPMI, Riden Hatam Aziz, Senin (6/2/2017).

Selain itu, mereka juga mendesak agar Pemerintah pusat memperketat pendataan dan administrasi terhadap para pekerja asing khususnya asal China, yang tidak memiliki skill khusus dan justru dipekerjakan untuk menjadi tenaga kerja kasar.

“Tolak pekerja asing asal China yang pertama dari sisi administrasi dan, yang kedua dari sisi kemampuan tenaga tersebut dari unskill. Kami menolak keras tenaga asing yang undskill karena itu melanggar Undang-undang Nomor 13 tahun 2003,” lanjutnya.

Bahkan jika persoalan tenaga kerja asing tersebut pemerintah tidak becus menindaklanjutinya, Riden menegaskan jika pihaknya akan terus melakukan perlawanan termasuk juga menggelar sweeping, sehingga para tenaga kerja asing termasuk ilegal dan tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan agar dapat segera ditendang ke negara asal mereka.

“Selama pemerintah tidak bisa mencegah Tenaga Kerja Asing asal China ini, kami akan terus menerus melakukan perlawanan. Kami akan melakukan sweeping, kami akan melakukan cek terhadap pabrik-pabrik dari tenaga kerja China ini, (sehingga mereka) harus dideportasi,” tukasnya.

Lebih lanjut, mereka juga menolak keras adanya kenaikan harga-harga yang bersentuhan dengan rakyat secara langsung, seperti halnya dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

“Kami menolak keras kenaikan harga-harga listrik,” tutupnya. [dvd/red]