Buni Yani Divonis 1,6 Tahun

BERBAGI
Buni Yani
Buni Yani saat menjalani sidang di Pangedilan Negeri Bandung.

Redaksikota – Hari ini majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung telah menjatuhkan vonis terhadap Buni Yani dengan tuntutan penjara selama 1,6 tahun, setelah ditetapkan bersalah melakukan pelanggaran UU ITE terkait video Ahok yang menyampaikan pidato di Kepulauan Seribu tahun lalu itu.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Buni Yani terbukti melakukan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu tahun enam bulan,” ujar majelis hakim Saptono di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Vonis hakim Saptono tersebut ternyata lebih rendah dari tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut agar mantan dosen di London School of Public Relations (LSPR) tersebut dipenjara selama dua tahun ditambah denda Rp100 juta subsider tiga bulan penjara.

Buni Yani didakwa dengan pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 tentang orang yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Sebelum memutuskan vonis, majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Untuk memberatkan, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan, dan terdakwa tidak mengakui kesalahannya.

Sementara, keadaan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, dan mempunyai tanggungan keluarga.

Dengan putusan tersebut, kuasa hukum Buni Yani akan mengajukan banding karena mengklaim fakta-fakta persidangan tidak sesuai.

“Kita akan banding karena fakta-fakta persidangan tidak sesuai. Karena tadi ribut, saya tidak mendengar perintah apapun soal eksekusi,” ujar Aldwin Rahadian.

Buni Yani tidak langsung ditahan

Usai putusan tersebut, Buni Yani tidak akan ditahan karena terdakwa mengajukan banding sehingga keputusan belum berkekuatan hukum tetap.

“Oleh karena upaya hukum, putusan ini belum keputusan hukum tetap,” ujar hakim.
Sementara, JPU menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa.