Anies Sarankan Warga Jangan Ngadu ke Balaikota Lagi, Tapi Langsung ke Kecamatan

"Kita akan membuka kecamatan untuk menerima pengaduan dari warga yang menyangkut masalah-masalah yang dihadapi oleh warga, masalah apa pun juga, bawa ke kecamatan," kata Anies.

BERBAGI

Redaksikota – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan akan mengoptimalkan Kecamatan sebagai tempat mengadu bagi masyarakat yang memiliki persoalan. Bahkan Anies mangatakan jika layanan pengaduan masyarakat tersebut akan dibuka mulai hari Sabtu (18/11/2017) besok.

“Kita akan membuka kecamatan untuk menerima pengaduan dari warga yang menyangkut masalah-masalah yang dihadapi oleh warga, masalah apa pun juga, bawa ke kecamatan,” kata Anies di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Selain itu, Anies mengatakan jika layanan pengaduan tersebut akan dibuka secara luas kepada masyarakat untuk 1 hari yakni pada hari Sabtu setiap minggunya. Dan layanan tersebut akan diberlakukan hanya 3 jam saja.

“ecamatan akan dibuka hari Sabtu, pukul 08.00 sampai 11.00 WIB untuk menerima keluhan warga. Di luar hari itu, tentu boleh. Tapi hari itu adalah open house, mereka buka kecamatan, dan warga silakan datang membawa masalahnya,” terangnya.

Kemudian Anies pun menjelaskan mengapa open house tersebut dilakukan pada hari Sabtu, hal ini lantaran agar seluruh keluhan warga tersebut dapat diadministrasi pada hari Senin di awal pekan depannya. Jika pada hari Senin problematika masyarakat tersebut tidak terselesaikan, bisa diadministrasikan pada hari Selasa sampai Rabu untuk dibahas di tingkat Walikota setempat.

Sementara jika pada hari Selasa sampai Rabu tersebut tidak kunjung bisa diselesaikan pada tingkat walikota, maka problematika tersebut bisa dibawa langsung ke Balaikota DKI Jakarta untuk dibahas kemudian.

“Jadi Sabtu mereka (kecamatan) terima, Senin mereka bicarakan di level kecamatan. Kalau masalah tidak bisa diselesaikan, Selasa-Rabu dibawa ke tingkat wali kota, dan harus sudah ada solusi. Kalau tidak ada solusi, bawa ke Balai Kota dan dibicarakan di sini,” tegas Anies.

Persoalan Jarak

Lebih lanjut, Gubernur Anies Rasyid Baswedan memberikan alasan mengapa pola administrasi tersebut dapat dilakukan secara hirarki, hal ini untuk mengakomodir masyarakat yang ingin mengaku ke pemerintah provinsi, sementara terkendala dengan jarak dan sebagainya.

“Jadi ini tujuannya adalah masalah-masalah bisa diselesaikan dengan cepat tanpa merepotkan warga. Kalau cuma di sini, bukan tujuannya itu. Karena terlalu sedikit juga yang datang,” pungkasnya.

Apalagi sejauh ini menurut Anies, masih banyak persoalan masyarakat yang sampai di Balaikota DKI Jakarta dan masuk ke meja pegawainya di Balaikota maupun sampai di mejanya langsung. Intuk itulah, sistem semacam ini diperlukan menurut Gubernur Anies.

“Ada terlalu banyak masalah yang tidak sampai juga ke Balai Kota,” imbuhnya.