Buruh Peringatkan Anies-Sandi Tak Bikin Gara-gara

BERBAGI

Redaksikota – Koordinator Koalisi Buruh Jakarta (KBJ), Tohendar mengingatkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno untuk tidak sekali-kali mempermainkan buruh.

Apalagi dalam persoalan UMP 2018, keduanya justru mencoba ingkari kontrak politik Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat (Sepultura), yang sedarinya akan menentukan UMP DKI Jakarta 2018 di atas PP 78 Tahun 2015, justru kini berdusta.

“Karena buruh sudah capek dengan PP78, buruh sudah dirugikan dengan PP78, maka besok tanggal 10 (November) kita akan tunjukkan kepada pemerintah, bahwa buruh masih ada dan masih kuat,” kata Tohendar kepada Redaksikota di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (7/11/2017).

Ia mengatakan target utama saat ini adalah desakan keras KBJ kepada Anies-Sandi untuk melakukan revisi UMP 2018 DKI Jakarta. Jika revisi tersebut tidak dilakukan yakni menetapkan UMP 2018 berdasarkan KHL dan hasil survei pasar dan tidak menggunakan PP78 oleh Gubernur DKI Jakarta, maka aksi yang akan digelar akan menjadi shock teraphy kepada pemerintah.

“Koalisi Buruh Jakarta yang notabanenya adalah kita punya andil dalam kemenangan Anies-Sandi dan kita punya kontrak politik dengan Anies-Sandi, hari ini kita nyatakan akan melawan itu,” tegasnya.

“Kita akan melawan bagaimana caranya. Kita sudah pakai konsep sudah, lobi sudah, satu cara yang kita bisa tempuh adalah dengan cara aksi, dan cara ini yg akan kita tempuh kepada Gubernur,” imbuhnya.

Untuk KBJ sendiri, Tohendar mengatakan jika akan lebih fokus gelar aksi di Kawasan Pulogadung. Para pimpinan elemen akan diminta untuk gelar aksi mogok kerja dan matikan mesin produksi sebagai bentuk wujud keras protes mereka pada penetapan upah murah buruh oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Kita berkoordinasi agar perusahaan stop produksi. Mekanismenya kita serahkan ke pimpinan masing-masing, agar mereka tahu bahwa jika buruh dikhianati, buruh sudah dibohongi, maka kita bisa melakukan apa saja,” tukasnya.