Hasto dan Gus Ipul Ngopi Bareng, Benarkah Ini Sinyal PDIP di Jatim?

BERBAGI

Redaksikota – Jelang Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang, kini suara PDI Perjuangan merapatkan barisan dengan salah satu Wakil Ketua PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Hal ini terlihat dengan kegiatan pertemuan hingga ngopu bareng antara Gus Ipul dengan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Kegiatan ngopi bareng itu digelar di Posko relawan Gotong Royong, Bulak Banteng, Surabaya, Jatim, Jumat (1/9/2017). Bahkan ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi dan simpatisan partai lainnya hadir dalam acara perayaan Idul Adha dan ucapan syukur HUT RI Ke-62 itu.

Sebelum acara dimulai, Hasto tampak menuangkan kopi ke gelas dan menyerahkannya kepada Gus Ipul. Selama acara, keduanya juga menikmati lantunan musik juga lawakan yang dibawakan oleh pelawak Jadi Gala Jabu.

Dalam lawakannya, Jadi memberikan guyonan berupa kepanjangan nama Gus Ipul.

“Ipul artinya Insya Allah PDIP Pasti Unggul,” celetuk pelawak tersebut yang disambut dengan gelak tawa peserta yang hadir.

Hasto mengatakan, kehadiran Gus Ipul dalam acara itu merupakan bentuk persatuan dengan rakyat. Hasto juga memuji Ipul sebagai sosok yang berprinsip.

“Kita bersyukur juga Gus Ipul datang ke sini dan menyatu dengan kita bersama. Karena Gus Ipul punya komitmen, bagaimana prinsip-prinsip Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan musyawarah mufakat untuk kesejahteraan rakyat betul-betul diwujudkan di Jawa Timur,” kata Hasto dalam sambutannya.

Menurut Hasto, Gus Ipul telah mendaftarkan diri sebagai kader partai PDIP dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018 mendatang. Namun, siapa yang akan diusung PDIP akan diputuskan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Tentu saja Gus Ipul mempunyai niat baik dan sebuah kesadaran untuk membangun persaudaraan dengan PDIP. Dari aspek kesejarahan kita tahu sejak zaman Bung Karno, beliau sangat dekat dengan tokoh-tokoh Nahdatul Ulama. Dengan demikian sesuai dengan peran yang sangat penting dari NU maka kami akan berkonsultasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan, DPP PDIP belum mengambil keputusan siapa yang akan dicalonkan oleh partai berlambang banteng tersebut. Hasto mengakui Jawa Timur adalah bagian yang sangat penting bagi partainya.

“Jawa Timur sangat penting. Bung Karno lahir, menggembleng dirinya dengan penuh dedikasi di Surabaya. Beliau berguru di rumah Haji Oemar Said Cokroaminoto,” tuturnya.

Dalam pengusungan calon Gubernur Jawa Timur dari PDIP, menurut Hasto, partainya akan melakukan konsolidasi dan mendengarkan masukan dari berbagai pihak.

“Tanggal 10 nanti diharapkan Ibu Megawati akan datang untuk melakukan konsolidasi partai. Bapak Ahmad Basarah sebagai wakil sekjen akan diutus untuk datang ke kiai-kiai sepuh Nahdatul Ulama dan bertemu didampingi oleh Bapak Kusnadi, guna memohon doa dan juga meminta masukan dari para kiai sepuh tersebut. Selain itu, kami juga mendengarkan masukan dari masyarakat dan internal partai,” pungkasnya.