Ditanya Mark – Up Bantuan Gubernur, Kades Cibalung Berkilah

BERBAGI

Redaksikota, Bogor –  Terkait adanya dugaan Mark-Up terhadap proyek pembangunan betonisasi jalan Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk yang diberitakan oleh salah satu media lokal beberapa hari lalu, Kepala Desa Cibalung Rusyadi akhirnya angkat bicara. Pasalnya, tuduhan yang dilontarkan kepada dirinya sama sekali‎ tidak bener dan tidak mendasar pada realita yang ada.

“Itu semua tidak benar, karena apa yang kami lakukan mengenai pelaksanaan pekerjaan pembangunan betonisasi jalan yang sumber dananya dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Bestek, “Kata Kepala Desa Cibalung Rusyadi yang didampingi BPD, Babinsa, LSM dan Ketua TPK saat memberikan klarifikasinya kepada wartawan kemarin Senin (04/09/2017).

Ia menjelaskan, ‎pekerjaan betonisasi tersebut sesuai dengan volume yang direncanakan, baik mulai dari panjang, lebar maupun ketebalannya. Begitu pula dengan pembelian material mulai dari pasir, split dan semen semua tidak ada pengurangan.

p

“Pembelian material itu sudah sesuai dengan kebutuhan kubikasinya termasuk dengan upah kerja dengan cara sistim borong luas keseluruhan pembangunan jalan ini ‎yang dihitung melalui harga per-meternya. Jadi apanya yang di mark-up, “Tegasnya.

Senada dikatakan Seketaris Desa Cibalung Saepul, ‎program pelaksanaan Bantuan Provinsi Jawa Barat tahun 2017  sesuai dengan rencana kegiatan Pemerintah Desa Cibalung. Dimana, dari total anggaran sebesar 150 juta dengan rincian 80 juta untuk pembangunan turap dan sisanya 70 juta yang digunakan pada pembangunan jalan tersebut sudah direalisasikan sesuai kebutuhannya.

“Selain digunakan untuk pembelian material, anggaran ini pun diperlukan untuk kebutuhan lainnya seperti sewa mesin molen, upah tenaga TPK dan pajak, “Ungkapnya.

Tak bedanya dikatakan Ketua TPK Asep Hermawan yang mengklaim jika volume pembangunan jalan itu benar sebagaimana adanya sesuai dengan awal rencana kegiatan pembangunan  tanpa ada rekayasa apapun.

“Kami lakukan seperti rencana awal, tidak ada manipulasi apalagi mark-up dan dana 70 juta itupun sudah dibelanjakan sebagaimana keperluannya. Jadi apa yang dikatakan oleh mereka (pekerja) itu salah karena tidak tahu masalah kontruksi, “Akunya.

Terpisah Ketua Investigasi Aliansi Indonesis Badan Penelitian ‎Aset Negara Kabupaten Bogor Hendra, menyayangkan adanya suatu pemberitaan yang tidak berimbang. Menurutnya, seorang Jurnalis itu dalam membuat satu berita harus objektif dan akurat.

“Minimal kalau emang itu adalah temuan, berarti harus mendasar pada subjek, objek dan keterangan dari berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Agar tidak ada unsur menyudutkan sebelah pihak, “Ujarnya.‎
(Kontributor *Agus)‎