Warga Keluhkan Pembangunan Jembatan Cisadane

BERBAGI

Redaksikota, Bogor – Proyek kegiatan pembangunan Penggantian Jembatan Cisadane‎ Cisalopa Bogor yang dikerjakan oleh PT.Bumi Duta Persada membawa dampak terhadap arus lalu lintas kendaraan. Dimana, para pengendara bermotor yang melintas dikawasan ruas jalan Ciawi-Sukabumi tersebut harus rela bersabar terjebak dalam kemacetan.

Bukan hanya itu, dampak lainnya juga berimbas pada terhambatnya waktu aktivitas kerja warga yang sebagian menjalani profesi sebagai karyawan pabrik. Terutama dirasakan oleh warga caringin dan sekitarnya yang akan bekerja ke daerah Cicurug-Sukabumi.

“Bayangin saja, sekarang ini saya berangkat kerja harus naik ojek demi mengejar waktu dan menghindari kemacetan, meskipun itu harus nambah biaya ongkos. Karena jika memakai kendaraan umum berupa angkot dipastikan bakal datang terlambat akibat terhambat oleh kondisi macet arus lalu lintas imbas dari pengerjaan proyek jembatan itu, “Ujar Usep (43) warga caringin yang bekerja disalah satu perusahaan swasta dicicurug Senin ‎(28/08/17).

Ia mengaku, saat ini biaya transportasi yang dikeluarkan untuk naik ojeg dari  rumahnya sampai ke tempat kerja sekitar 12 hingga 13 ribu. Pada hal, sebelum ada pelaksanaan pekerjaan jembatan biasanya hanya 10 ribu. Sementara, jika naik kendaraan umum berupa angkot yang mengambil jalur alternatif ongkosnya bisa mencapai 7 ribu dari yang tadinya hanya 5 ribu.
‎‎‎
Hal sama dikatakan Udin (46) seorang supir angkutan kota (Angkot)‎ no 2 jurusan Cicurug-Sukasari yang setiap hari harus menghadapi antrian panjang kendaraan. Bahkan, terkadang ia dan sesama rekannya ‎pula harus mengambil resiko pada situasi macet yang terjadi saat ini.

“Ya mau gimana lagi, sudah resiko supir angkot harus terima keadaan. Tapi kadang saya suka sedih juga apabila dalam situasi ‎seperti ini tidak ada penumpang, sementara setoran itu harus ada sebab yang punya mobil mah tidak mau tahu, ” keluhnya. (Kontributor *Agus)