Karena Jenderal Gatot, Pengamat Ini Sebut Wajar Jika Publik Nilai TNI Berpolitik

BERBAGI
Andra Bani Sagalane
Pengamat Hukum Tata Negara, Andra Bani Sagalane saat pose foto bersama usai diskusi publik dan launching CERDIK. [foto : istimewa]

Redaksikota – Pengamat Hukum Tata Negara, Andra Bani Sagalane, mengatakan bahwa panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seharusnya tidak membuat kegaduhan dengan retorika yang dibangunnya sendiri. Dan polemik Jenderal Gatot yang disoroti oleh Andra adalah statemen dan imbauan mengenai Pemutaran Film G30S/PKI.

“Terkait dengan isu PKI, seharusnya panglima TNI jangan berikan komentar. Harusnya, Pak Gatot serahkan kepada Presiden Jokowi, bukan membuat retorika yang akhirnya terjadi kegaduhan di masyarakat,” kata Andra dalam sebuah diskusi publik sekaligus Launching Program CERDIK (Cerita Dikit) di Resto Cafe, Up2Yu, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017).

Akibat polemik yang digosok oleh Panglima TNI tersebut, Andra menilai jika wajar ada masyarakat yang menilai jika Jenderal Gatot sedang bermain politik praktis dan membangun panggungnya sendiri.

“Jadi wajar saja kalau rakyat bilang TNI berpolitik,” nilainya.

Pun demikian, Andra menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Joko Widodo yang pintar memainkan iramanya ketika polemik tersebut mencuat ke permukaan. Yakni tindakan pak Jokowi yang merespon baik ajakan TNI dengan juga mengimbau agar seluruh elemen bangsa dan mayarakat menonton pemutaran film tersebut.

“Menurut saya, Pak jokowi melakukan hal yang di luar dugaan. Mengapresiasi ide yang keluar dari anak buahnya. sikap yang negarawan. Kalau Zaman Pak Harto, Pak Gatot bisa dicopot itu,” pungkasnya.