Statemen Prabowo dan Amien Rais Seperti Preman Pasar

"Kritikan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo hanya pencitraan, dalam upaya menyelesaikan kasus kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, merupakan pemikiran preman pasar, dan tidak pantas diucapkan oleh tokoh bangsa sekaliber Prabowo dan Amien Rais," kata Paiman.

BERBAGI
Paiman Raharjo
Prof. Dr. Paiman Raharjo, M.Si

Redaksikota – Pendiri Relawan Sedulur Jokowi, Prof Paiman Raharjo menyayangkan statemen Prabowo Subianto yang menilai, bahwa bantuan pemerintah Indonesia kepada etnis Rohingya di Bangladesh hanyalah sebuah pencitraan belaka.

Statemen mantan Panglima Kostrad tersebut justru dianggap Paiman sebagai bentuk arogansi, dan sangat tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang negarawan dan tokoh bangsa.

“Kritikan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo hanya pencitraan, dalam upaya menyelesaikan kasus kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, merupakan pemikiran preman pasar, dan tidak pantas diucapkan oleh tokoh bangsa sekaliber Prabowo dan Amien Rais,” kata Paiman dalam siaran persnya, Selasa (19/9/2017).

Paiman Raharjo menegaskan, bahwa pemberian bantuan logistik untuk etnis Rohingya di Bangladesh misalnya, adalah merupakan bentuk dari wujud implementasi amanat konstitusi yang justru dijalankan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Memberikan bantuan kemanusiaan kepada umat manusia yang mengalami kekerasan di negara lain, sudah jadi kewajiban konstitusional negara, sesuai amanah Undang-undang Dasar 1945,” tegasnya.

Kemudian Guru Besar Ilmu Administrasi Program Pasca Sarjana Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) tersebut menilai bahwa seharusnya tokoh sekaliber Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum partai politik besar di Indonesia dan juga Amien Rais yang merupakan mantan Ketua MPR RI itu bisa membantu dan mengawal jalannya pemerintahan saat ini. Bukan justru malah membuat konflik politik yang berkelanjutan.

“Bangsa Indonesia harus semakin kritis atas ocehan para elit politik. Apalagi tokoh bangsa, harus berfikir obyektif dan fair menilai kebijakan pemerintah yang baik,” nilainya.

Namun lantaran statemen keduanya itu, Paiman pun menilai Prabowo dan Amien Rais sama sekali tidak menunjukkan martabat mereka sendiri.

“Prabowo dan Amien Rais merupakan tokoh bangsa yang tidak bermartabat, kerjanya hanya menjelek-jelekkan pemerintah terus, tokoh yang tidak pernah mawas diri,” tegas Paiman.

“Era pemerintah siapun dikritik dan dinilai negatif, tidak ada baiknya sama sekali, terutama kritikan kepada pemerintahan Jokowi, Padahal, menterinya ada dalam pemerintahan. Kan sangat lucu, sama saja menelanjangi diri sendiri. Benar-benar tokoh bangsa yang tidak bermartabat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Paiman pun mengatakan bahwa sejauh ini Presiden Joko Widodo pun sudah mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk melakukan negoisasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dari pimpinan lintas negara sampai ke PBB.

Bahkan utusan Presiden Jokowi tersebut juga sudah terbang ke Myanmar dan bertemu dengan pimpinan pemerintahan di sana untuk melakukan diplomasi demi meminta, agar pemerintah Myanmar menghentikan tindak kekerasan yang dialami oleh etnis Rohingya di Rakhine State itu.

Paiman Raharjo pun berharap, agar tokoh bangsa dan elit politik berhenti menyebarkan ujaran kebencian di kalangan masyarakat. Rakyat justru akan membenci dan antipati kepada elit atau tokoh bangsa yang menjelek-jelekkan pemerintah Jokowi saat ini.

“Karena rakyat sudah pandai menilai, bahwa pemerintah sudah sangat baik bekerja untuk kepentingan rakyat,” tutupnya.