Yenny Wahid Serukan Umat Islam Jangan Belajar Agama Hanya dari Youtube

BERBAGI
Yenny Wahid
Pendiri Wahid Foundation, Yenny Wahid. [foto : Redaksikota]

Redaksikota – Salah satu pendiri Wahid Foundation (WF) Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman menyerukan agar masyarakat Indonesia khususnya tidak mudah termakan berita dan informasi sembarangan dari media online. Bagi wanita yang karib disapa Yenny Wahid tersebut, berita bohong alias hoax yang tersebar memiliki potensi besar yang sangat desruktif bagi bangsa dan negara.

“Tantangan kita sebagai bangsa terbesar adalah hoax, karena hoax punya potensi merusak yang sangat luar biasa. Maka jangan semua informasi kita telan mentah-mentah,” kata Yenny Wahid di hadapan ibu-ibu fasilitator Koperasi Cinta Damai (KCD) di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Selain itu fanatisme yang buta juga harus dihindari, khususnya dalam merujuk sebuah sumber ilmu atau sosok panutan. Pembekalan pengetahuan agama juga penting untuk membentengi diri dari berbagai pengarus negatif yang seperti tampak positif.

Dan Yenny Wahid pun menganalogikannya dengan sosok Abdurrahman bin Muljam Al-Muradi. Ia mengatakan jika sosok tersebut adalah orang muslim yang sangat taat, namun karena ketidakpahamannya pada sesuatu hingga membuatnya tersesat bahkan sampai tega membunuh sahabat dari Khulafaurrasyidin, Ali bin Abi Thallib.

“Kita hadapi sebagai bangsa yakni generasi muslim seperti Abdurrahman bin Muljam. Ini adalah orang yang membunuh Sayyidina Ali. Orangnya sangat taat ibadahnya, shalatnya tidak pernah putus bahkan hafidz Quran, tapi kok bisa membunuh Ali,” ujar Yenny Wahid.

Paham khawarij yang menerjang pemikirannya itu membuat Abdurrahman bin Muljam menganggap Ali bin Abi Thallib sesat hingga pantas untuk dibunuh.

“Karena dia anggap Ali ini sudah murtad dan dia ini dari golongan Khawarij. Dia kelihatannya alim tapi alimnya keliru,” terangnya.

Untuk itu melalui analogi dari fakta sejarah Islam yang disampaikannya tersebut, Yenny menyerukan kepada umat Islam khususnya untuk berhati-hati dalam meyakini pemahaman. Bahkan ia mengajak kepada saudara Muslim khususnya untuk mengikuti ulama-ulama yang baik dan benar dan jelas sanad ilmunya.

“Jangan ngaji dengan Youtube karena belum tentu jelas kitab apa saja yang dia sudah baca. Apalagi mengajak untuk minum air kencing unta. Mending kita ikuti saja kiyai-kiyai yang sudah kita ikuti dan ilmunya juga jelas asalnya,” tutur Yenny. (*)